Kota Surabaya
Ibu kota Provinsi Jawa Timur dan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Kota ini dikenal sebagai "Kota Pahlawan" karena nilai historisnya yang kuat dalam mempertahankan kemerdekaan, yang kini terus berkembang menjadi pusat perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan timur Indonesia.
Apa yang sedang Anda hadapi?
Pilih kondisi yang paling mendekati situasi Anda. Kami akan membantu memahami langkah awal sebelum mengambil keputusan.
Kota Surabaya (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦏꦸꦛꦯꦸꦫꦨꦪ, Pegon: كوڟا سورابايا translit. Kuthå Suråbåyå; pengucapan bahasa Jawa: [kuʈɔ surɔˈbɔjɔ]; pelafalan dalam bahasa Indonesia: [suraˈbaja] ⓘ) adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, dan sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Timur yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari provinsi tersebut.[9] Surabaya juga merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta[a].
Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Letak kota ini berada di pantai utara Pulau Jawa bagian timur yang berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.
Surabaya memiliki luas sekitar ±335,28 km², dan 3.000.076 jiwa penduduk pada pertengahan tahun 2023.[10] Daerah megalopolitan Surabaya yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo yang berada 20 km di sebelah selatan kota, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.
Surabaya dikenal dengan julukan Kota Pahlawan karena Pertempuran 10 November 1945, yaitu sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan sekutu. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai saat itu.[11] Menurut Bappenas, Kota Surabaya adalah satu dari empat kota pusat pertumbuhan di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.[12]
Sejarah
Lihat pula: Garis waktu sejarah Kota Surabaya
Etimologi
Kata Surabaya (bahasa Sanskerta: Śūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura (ikan hiu) dan baya (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama "Surabaya" muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut. Kata Surabaya juga diyakini sebagai perpaduan dua nama tokoh besar pada masa lampau yaitu Suropati dan Purbaya.
Asal-usul Surabaya
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Śūrabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).
Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh (Jung-Ya-Lu menurut catatan china).
Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura.
Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.
Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora.
Mengapa menggunakan Konsultan Pajak?
Mengelola administrasi perpajakan membutuhkan pemahaman terhadap peraturan yang terus berubah.
Praktisi pajak dapat membantu Anda:
Memahami Kewajiban
Membantu Anda memahami kewajiban perpajakan yang berlaku.
Membaca Risiko
Mengidentifikasi potensi risiko sebelum menjadi masalah.
Menyiapkan Administrasi
Menyiapkan dokumen dan administrasi yang diperlukan.
Memahami Perubahan Regulasi
Menjelaskan dampak perubahan peraturan terhadap kondisi Anda.
Mendiskusikan Langkah
Membantu menentukan langkah yang sesuai berdasarkan kondisi Anda.
Menghemat Waktu & Biaya
Menghindari kesalahan administrasi yang dapat memakan waktu dan menimbulkan biaya tambahan.
Pertanyaan yang sering diajukan.
Apakah saya harus datang ke kota Anda?
Tidak. Diskusi dapat dilakukan secara daring maupun tatap muka sesuai kesepakatan.
Apakah saya harus menggunakan jasa setelah berdiskusi?
Tidak. Diskusi bertujuan membantu Anda memahami kondisi terlebih dahulu.
Perusahaan saya sudah lama tidak aktif. Apakah masih bisa digunakan kembali?
Banyak perusahaan berhenti beroperasi selama bertahun-tahun. Ketika bisnis mulai berjalan kembali, biasanya muncul pertanyaan terkait status NPWP, PKP, kemampuan menerbitkan faktur, serta kewajiban pajak sebelumnya.
Setiap perusahaan memiliki kondisi berbeda sehingga langkah yang diperlukan juga berbeda. Diskusi awal membantu membaca posisi perusahaan sebelum menentukan langkah yang paling sesuai.
Berapa biaya konsultasi?
Biaya tergantung jenis pendampingan yang dibutuhkan.
Apakah membantu Coretax?
Ya. Topik Coretax menjadi salah satu pembahasan yang paling sering didiskusikan.
Apakah bisa membantu pelaporan SPT Tahunan Badan?
Ya. Pelaporan SPT Tahunan Badan termasuk salah satu layanan yang dapat didiskusikan. Setiap perusahaan memiliki kondisi berbeda, sehingga persiapan dan pendekatan pelaporannya juga berbeda.
Artikel Perpajakan
Artikel terkait perpajakan yang mungkin membantu Anda memahami kondisi dan langkah yang tersedia.
Masih belum yakin harus mulai dari mana?
Tidak semua persoalan perpajakan membutuhkan solusi yang sama.
Pilih praktisi pajak yang paling sesuai dengan kondisi Anda, lalu mulai dari sebuah diskusi.