> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Jamsostek (JKK, JHT, JKM, JPK & JHT) dan Premi asuransi lainnya
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/i-dasar-hukum-uu-pph-uu-36-2008-stdd-uu-7-2021-dan-uu-6-2023-pasal-6-ayat-1-huruf-a-premi-asuransi-dibayar-pemberi-kerja-biaya-perusahaan-penambah-penghasilan-bruto-pegawai-pasal-6-ayat/
- Published: 2026-07-08T13:58:04.000Z
- Updated: 2026-07-08T13:58:04.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: PPh Pasal 21, #Import 2026-07-12 11:34, #Import 2026-07-12 16:37

## I. DASAR HUKUM

A. **\[UU PPh (UU 36/2008 stdd UU 7/2021 dan UU 6/2023)\]** \- **Pasal 6 ayat (1) huruf a** — premi asuransi dibayar pemberi kerja = biaya perusahaan (penambah penghasilan bruto pegawai) - **Pasal 6 ayat (1) huruf c** — iuran JHT dibayar pemberi kerja = biaya perusahaan; iuran JHT dibayar pegawai = pengurang penghasilan bruto - **Pasal 9 ayat (1) huruf d** — premi asuransi dibayar sendiri pegawai = bukan biaya (tidak boleh jadi pengurang)

B. **PP 14/1993** stdd **PP 76/2007** (berlaku sejak 10 Des 2007) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja — **mengatur besaran iuran JKK, JHT, JKM, JPK**

C. **\[PER-16/PJ/2016\]** (berlaku 1 Juli 2016, **masih berlaku**) tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 — khususnya Lampiran tentang perlakuan premi asuransi dan iuran Jamsostek

D. **\[PMK 168/PMK.03/2023\]** (berlaku 12 Februari 2024) tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan OP — **menggantikan PMK-252/PMK.03/2008**

E. ~~\[PMK-252/PMK.03/2008\]~~ (berlaku 1 Januari 2009 s.d. 11 Feb 2024, **dicabut oleh PMK 168/2023**) — **berlaku untuk tahun pajak 2009 s.d. 2023**

F. **\[PP 58/2023\]** (berlaku 1 Januari 2024) tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 — **memperkenalkan TER; menggantikan PP 80/2010**

G. ~~\[PP 80/2010\]~~ (berlaku 2010 s.d. 31 Des 2023, **dicabut oleh PP 58/2023**) tentang Tarif Pemotongan PPh 21 atas Penghasilan PNS/TNI/POLRI/Pejabat Negara — **berlaku untuk tahun pajak 2010 s.d. 2023**

H. **Ketentuan yang telah dicabut/diganti (riwayat):** \- ~~PER-31/PJ/2009 stdd PER-57/PJ/2009~~ — (berlaku 2009-2012, dicabut) - ~~PER-31/PJ/2012~~ — (dicabut oleh PER-32/PJ/2015 kemudian PER-16/PJ/2016) - ~~PER-32/PJ/2015~~ — (dicabut oleh PER-16/PJ/2016)

---

## II. REGULASI CHAIN DAN TIMELINE

### 2.1 Chain — Definisi Perlakuan Jamsostek/Premi (Substansi Tidak Berubah)

| Tahun Pajak         | Peraturan      | Keterangan                                                                                              |
| ------------------- | -------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| 2009-2012           | PER-31/PJ/2009 | Perlakuan Jamsostek: premi pemberi kerja = penambah bruto, JHT pegawai = pengurang bruto                |
| 2013-2015           | PER-31/PJ/2012 | Substansi sama                                                                                          |
| 2015-2016           | PER-32/PJ/2015 | Substansi sama                                                                                          |
| 1 Jul 2016-sekarang | PER-16/PJ/2016 | Substansi sama — TIDAK BERUBAH. PP 58/2023, PMK 168/2023, dan PMK 66/2023 tidak mengubah substansi ini. |

### 2.2 Chain — Tarif Pemotongan PPh 21

| Tahun Pajak          | Peraturan    | Keterangan                                                      |
| -------------------- | ------------ | --------------------------------------------------------------- |
| 2010-2023            | PP 80/2010   | Tarif khusus PNS/TNI/POLRI/Pejabat Negara. Mencabut PP 80/2010. |
| 1 Jan 2024-sekarang  | PP 58/2023   | TER untuk semua pegawai. Mencabut PP 80/2010.                   |
| 12 Feb 2024-sekarang | PMK 168/2023 | Aturan pelaksana PP 58/2023\. Mencabut PMK-252/2008.            |

### 2.3 Chain — Petunjuk Pelaksanaan PPh 21

| Tahun Pajak            | Peraturan           | Keterangan                                         |
| ---------------------- | ------------------- | -------------------------------------------------- |
| 1 Jan 2009-11 Feb 2024 | PMK-252/PMK.03/2008 | Petunjuk Pemotongan PPh atas Penghasilan Pegawai   |
| 12 Feb 2024-sekarang   | PMK 168/PMK.03/2023 | TER, DPP bukan pegawai. Menggantikan PMK-252/2008. |

### 2.4 Timeline — Penerapan per Tahun Pajak

| Tahun Pajak       | Perlakuan Jamsostek/Premi                                                                         | Tarif Pemotongan            | Petunjuk Pelaksanaan            |
| ----------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | --------------------------- | ------------------------------- |
| **2009-2015**     | Premi pemberi kerja = penambah bruto. JHT pegawai = pengurang bruto. (PER-31/2009 sd PER-32/2015) | PP 80/2010 (PNS) + Pasal 17 | PMK-252/2008                    |
| **2016-2021**     | Sama (PER-16/PJ/2016) — **tidak berubah**                                                         | PP 80/2010 (PNS) + Pasal 17 | PMK-252/2008                    |
| **2022-2023**     | Sama (PER-16/PJ/2016)                                                                             | PP 80/2010 (PNS) + Pasal 17 | PMK-252/2008 (s.d. 11 Feb 2024) |
| **2024-sekarang** | Sama (PER-16/PJ/2016)                                                                             | **PP 58/2023** (TER)        | **PMK 168/2023**                |

---

## III. PROGRAM JAMSOSTEK

Besarnya iuran jaminan sosial tenaga kerja sebagai berikut:

### 3.1 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana Lampiran I PP 14/1993 stdd PP 76/2007\. *(Pasal 9 ayat (1) huruf a PP 14/1993)*

| No. | Kelompok | % dari upah sebulan |
| --- | -------- | ------------------- |
| 1.  | I        | 0,24%               |
| 2.  | II       | 0,54%               |
| 3.  | III      | 0,89%               |
| 4.  | IV       | 1,27%               |
| 5.  | V        | 1,74%               |

### 3.2 Jaminan Hari Tua (JHT)

Total iuran JHT = 5,70% dari upah sebulan. *(Pasal 9 ayat (1) huruf b PP 14/1993 stdd PP 76/2007)*

- Dibayar Perusahaan: **3,7% x upah sebulan**
- Dibayar Karyawan: **2% x upah sebulan**

### 3.3 Jaminan Kematian (JKM)

0,3% x upah sebulan. *(Pasal 9 ayat (1) huruf c PP 14/1993 stdd PP 76/2007)*

### 3.4 Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)

*(Pasal 9 ayat (1) huruf d PP 14/1993 stdd PP 76/2007)*

- Karyawan sudah berkeluarga: **6% x upah sebulan**
- Karyawan belum berkeluarga: **3% x upah sebulan**

---

## IV. PERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS JAMSOSTEK ATAU PREMI ASURANSI LAINNYA

| No. | Jenis                                                                                        | Perlakuan bagi Pemberi Kerja                              | Perlakuan bagi Karyawan                                                                            |
| --- | -------------------------------------------------------------------------------------------- | --------------------------------------------------------- | -------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| 1.  | Premi JKK, JK, JPK (Jamsostek) *dibayar pemberi kerja*                                       | biaya bagi perusahaan *(Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh)* | **Penambah** penghasilan bruto *(Lampiran PER-16/PJ/2016; PMK-252/2008 atau PMK 168/2023)*         |
| 2.  | Premi asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, jiwa, dwiguna, bea siswa *dibayar pemberi kerja* | biaya bagi perusahaan *(Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh)* | **Penambah** penghasilan bruto *(Lampiran PER-16/PJ/2016)*                                         |
| 3.  | Premi JKK, JK, JPK (Jamsostek) *dibayar karyawan*                                            | \-                                                        | bukan biaya bagi OP — **tidak boleh menjadi pengurang** PPh 21 *(Pasal 9 ayat (1) huruf d UU PPh)* |
| 4.  | Premi asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, jiwa, dwiguna, bea siswa *dibayar karyawan*      | \-                                                        | bukan biaya bagi OP — **tidak boleh menjadi pengurang** PPh 21 *(Pasal 9 ayat (1) huruf d UU PPh)* |
| 5.  | JHT *dibayar pemberi kerja*                                                                  | biaya bagi perusahaan *(Pasal 6 ayat (1) huruf c UU PPh)* | **Tidak menambah** penghasilan bruto *(Pasal 8 ayat (1) huruf c PER-16/PJ/2016)*                   |
| 6.  | JHT *dibayar karyawan*                                                                       | \-                                                        | **Pengurang** penghasilan bruto *(Pasal 6 ayat (1) huruf c UU PPh; Lampiran PER-16/PJ/2016)*       |

> **Catatan**: Perlakuan perpajakan di atas **tidak berubah** oleh PP 58/2023, PMK 168/2023, atau PMK 66/2023\. Substansi penambah/pengurang penghasilan bruto tetap sama — yang berubah hanya metode penghitungan (TER vs manual) dan tarif Pasal 17 (4 lapis vs 5 lapis).

---

## V. TABEL PERBANDINGAN REGULASI

| Aspek                     | Rezim Lama                                            | Rezim Baru (berlaku)                   | Efektif     |
| ------------------------- | ----------------------------------------------------- | -------------------------------------- | ----------- |
| Perlakuan Jamsostek/premi | Penambah/pengurang bruto (PER-31/2009 sd PER-16/2016) | **Sama** — tidak berubah               | \-          |
| Tarif PPh 21 pemotongan   | PP 80/2010 (PNS) + Manual Pasal 17                    | **PP 58/2023** (TER semua pegawai)     | 1 Jan 2024  |
| Petunjuk pelaksanaan      | PMK-252/PMK.03/2008                                   | **PMK 168/PMK.03/2023**                | 12 Feb 2024 |
| Tarif Pasal 17            | 4 lapis (s.d. Rp500jt 30%)                            | **5 lapis** (s.d. Rp5M 30%, >Rp5M 35%) | 1 Jan 2022  |