> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kerja Sama Operasi (KSO)
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/kerja-sama-operasi-kso/
- Published: 2026-06-15T09:55:49.000Z
- Updated: 2026-06-15T11:05:51.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: UU PPh, Penghasilan atas Jenis Usaha Tertentu, #Import 2026-06-21 19:38, #Import 2026-07-12 16:37

> **UPDATE CORETAX**: Sejak **PMK-81/2024** \+ **PMK-1/2026**, pembayaran pajak menggunakan **Kode Billing** via Coretax. Bukti potong via e-Bupot Unifikasi. Pelaksanaan hak/kewajiban perpajakan KSO melalui sistem Coretax *(Pasal 4-6 PMK-81/2024)*.

> **UPDATE**: **PMK 79/2024** adalah regulasi komprehensif **pertama** yang secara khusus mengatur perpajakan KSO — sebelumnya hanya diatur parsial via PP 44/2022 (PPN) dan PER-04/PJ/2020 (dicabut PER-7/PJ/2025). Berlaku sejak **18 Oktober 2024**.

## 1\. **DASAR HUKUM:**

1. ⭐ **PMK 79/2024** — Peraturan Menteri Keuangan No. 79 Tahun 2024 tentang Ketentuan Perpajakan atas Kerja Sama Operasi. Berlaku sejak 18 Oktober 2024.
2. **PP 44/2022** — Ketentuan PPN sebelumnya: KSO wajib PKP jika melakukan penyerahan BKP/JKP atas nama KSO (sebagian digantikan PMK 79/2024).
3. **PER-7/PJ/2025** — Mendefinisikan KSO sebagai Badan dengan pengendalian bersama, hak atas aset, dan kewajiban liabilitas bersama. Mencabut PER-04/PJ/2020.
4. **SE-44/PJ./1994** — Pemecahan bukti potong PPh Pasal 23 **masih berlaku** untuk KSO/JO yang **tidak** memiliki NPWP sebagai WP Badan.
5. **S-323/PJ.42/1989** — Rezim lama: JO bukan subjek pajak, hanya untuk pemotongan/pemungutan.

## 2\. **DEFINISI KSO**

> KSO adalah badan yang berbentuk pengaturan bersama antar anggota kerja sama operasi yang mengatur bahwa anggota memiliki pengendalian bersama atau memiliki hak atas aset, dan kewajiban terhadap liabilitas, dengan nama dan dalam bentuk apa pun *(Pasal 1 PMK 79/2024)*.

KSO berbeda dengan JO (rezim lama S-323/PJ.42/1989) karena:

- KSO bisa menjadi **Subjek Pajak Dalam Negeri** (WP Badan)
- KSO memiliki **pembukuan & laporan keuangan sendiri**
- KSO wajib **SPT Tahunan PPh Badan** mulai Tahun Pajak 2025

## 3\. **NPWP & PKP**

### 3.1 Kriteria Wajib NPWP WP Badan

KSO **wajib** memiliki NPWP sebagai WP Badan jika perjanjian KSO **atau** pelaksanaan kerja samanya memenuhi **salah satu** kriteria berikut *(Pasal 3 ayat (1) PMK 79/2024)*:

| Kriteria                                                 | Penjelasan                                              |
| -------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------- |
| Penyerahan barang/jasa **atas nama KSO**                 | KSO yang menandatangani kontrak dan melakukan penagihan |
| Menerima/memperoleh penghasilan **atas nama KSO**        | Penghasilan masuk ke rekening KSO                       |
| Mengeluarkan biaya/membayar pihak lain **atas nama KSO** | KSO yang membayar pemasok/subkontraktor                 |

### 3.2 KSO yang Tidak Wajib NPWP

Jika **tidak** memenuhi salah satu kriteria di atas → kewajiban perpajakan dilaksanakan oleh **masing-masing Anggota** *(Pasal 3 ayat (2) PMK 79/2024)*.

⚠️ **PENTING**: KSO yang sudah memiliki NPWP sebelum PMK 79/2024 tetapi **tidak** memenuhi kriteria → **harus mengajukan penghapusan NPWP** *(Pasal 23 PMK 79/2024)*.

### 3.3 Pendaftaran NPWP

| Aspek       | Ketentuan                                                                                  |
| ----------- | ------------------------------------------------------------------------------------------ |
| Lokasi      | KPP wilayah kedudukan KSO (tempat tinggal/kedudukan *lead firm*)                           |
| Batas waktu | **Maksimal 1 bulan** setelah pendirian atau mulai kegiatan usaha                           |
| Pemindahan  | Jika alamat NPWP KSO tidak sesuai kedudukan wakil KSO → ajukan pemindahan tempat terdaftar |

*(Pasal 4 PMK 79/2024)*

### 3.4 Pengukuhan PKP

KSO wajib dikukuhkan sebagai PKP jika memenuhi **satu atau dua** kondisi *(Pasal 5 PMK 79/2024)*:

1. Peredaran bruto melebihi batasan Pengusaha Kecil PPN **dan/atau**
2. Satu atau lebih anggota KSO telah dikukuhkan sebagai PKP

## 4\. **PPN & PPnBM** (Pasal 6-9 PMK 79/2024)

### 4.1 Penyerahan Kena Pajak

| Penyerahan      | DPP                                                              | Dasar Hukum         |
| --------------- | ---------------------------------------------------------------- | ------------------- |
| Anggota → KSO   | **Nilai kontribusi** yang disepakati (dirinci per jenis BKP/JKP) | Pasal 6 PMK 79/2024 |
| KSO → Pelanggan | Nilai penyerahan sesuai ketentuan umum PPN                       | Pasal 7 PMK 79/2024 |

### 4.2 Saat Terutang & Faktur Pajak

- **Saat terutang**: saat penyerahan BKP/JKP oleh KSO ke pelanggan *(Pasal 7 PMK 79/2024)*
- **Faktur Pajak anggota → KSO**: paling lambat saat KSO membuat FP ke pelanggan *(Pasal 7 PMK 79/2024)*
- **PPnBM**: dikenakan **1 (satu) kali** pada saat penyerahan oleh KSO ke pelanggan *(Pasal 8 PMK 79/2024)*

### 4.3 Pengkreditan Pajak Masukan

Anggota atau KSO dapat mengkreditkan PM sepanjang memenuhi ketentuan pengkreditan yang berlaku *(Pasal 9 PMK 79/2024)*.

## 5\. **PAJAK PENGHASILAN (PPh)** (Pasal 10-14 PMK 79/2024)

### 5.1 Kewajiban PPh Badan

KSO yang memiliki NPWP wajib *(Pasal 10 PMK 79/2024)*:

- Menyelenggarakan **pembukuan** dan menyusun laporan keuangan
- Menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan **PPh**
- Melaporkan **SPT Tahunan PPh Badan** mulai **Tahun Pajak 2025**

### 5.2 Penghasilan Kena Pajak (PKP)

PKP = penghasilan − biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan (termasuk biaya kontribusi Anggota ke KSO) *(Pasal 10 ayat (1)-(4) PMK 79/2024)*.

### 5.3 Kontribusi Anggota

| Aspek                     | Perlakuan                                                                                                                               |
| ------------------------- | --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| Bagi Anggota              | Merupakan **penghasilan bagi Anggota** — diakui saat KSO terima penghasilan dari pelanggan **dan** mengakui pembebanan biaya kontribusi |
| Pemotongan PPh oleh KSO   | **Tidak dipotong/dipungut PPh oleh KSO** — dikenai PPh berdasarkan UU PPh                                                               |
| Pengecualian (Anggota LN) | Jika Anggota subjek pajak LN → objek PPh Pasal 26                                                                                       |
| Pengecualian (Final)      | Jika penghasilan Anggota bersifat final → disetor sendiri oleh Anggota                                                                  |

*(Pasal 10 ayat (5)-(6) PMK 79/2024)*

### 5.4 Bagian Laba / Sisa Hasil Usaha (SHU) ke Anggota

| Jenis Anggota                            | Perlakuan                                  |
| ---------------------------------------- | ------------------------------------------ |
| WP DN                                    | **Bukan objek PPh** — tidak dipotong pajak |
| BUT yang menanamkan kembali di Indonesia | **Bukan objek PPh**                        |
| BUT yang tidak menanamkan kembali        | **Objek PPh**                              |
| Subjek Pajak LN                          | **Objek pemotongan/pemungutan PPh**        |

*(Pasal 11 PMK 79/2024)*

### 5.5 Kerugian Fiskal

- Kerugian KSO **hanya** dapat dikompensasikan oleh KSO, **tidak** dengan penghasilan Anggota
- Termasuk saat KSO berakhir/dibubarkan
- Kerugian Anggota **tidak** dapat dikompensasikan dengan penghasilan KSO

*(Pasal 12 PMK 79/2024)*

### 5.6 Kredit Pajak

- PPh yang dipotong/dipungut/dibayar sendiri oleh KSO adalah **kredit pajak bagi KSO** (sepanjang bukan PPh final) *(Pasal 14 PMK 79/2024)*
- → Konsekuensi: KSO dengan NPWP WP Badan **dapat mengkreditkan sendiri** PPh yang dipotong atas namanya — **tidak perlu pemecahan bukti potong**

### 5.7 Jasa Konstruksi

Pemotongan/penyetoran PPh atas usaha jasa konstruksi menggunakan **tarif tertinggi dari anggota KSO** *(Pasal 14 PMK 79/2024)*.

### 5.8 Pemotongan/Pemungutan PPh oleh KSO

KSO wajib melakukan pemotongan/pemungutan PPh (atau dipotong/disetor sendiri) mulai **Masa Pajak Januari 2025** *(Pasal 23 PMK 79/2024)*.

## 6\. **PERBANDINGAN: REZIM LAMA vs REZIM BARU**

| Aspek                         | Rezim Lama (JO)                       | Rezim Baru (KSO dengan NPWP)                      |
| ----------------------------- | ------------------------------------- | ------------------------------------------------- |
| **Dasar Hukum**               | S-323/PJ.42/1989, SE-44/1994          | PMK 79/2024                                       |
| **Status Pajak**              | Bukan subjek PPh Badan                | **WP Badan — Subjek PPh DN**                      |
| **NPWP**                      | Hanya untuk pemotongan/pemungutan     | NPWP WP Badan penuh                               |
| **Pembukuan**                 | Masing-masing anggota pisah           | **Pembukuan sendiri** — laporan keuangan terpisah |
| **SPT Tahunan**               | Tidak wajib                           | **Wajib** mulai Tahun Pajak 2025                  |
| **PPh 25/29**                 | Tidak ada                             | **Wajib** hitung, setor, lapor                    |
| **Kredit Pajak**              | Via pemecahan bukti potong ke anggota | **Langsung** oleh KSO — tidak perlu pemecahan     |
| **Bagian Laba ke Anggota DN** | Kena PPh di anggota                   | **Bukan objek PPh**                               |
| **PPN Anggota → KSO**         | Tidak diatur jelas                    | **Kena PPN** — DPP nilai kontribusi               |

## 7\. **KETENTUAN PERALIHAN** (Pasal 23 PMK 79/2024)

Bagi KSO yang sudah memiliki NPWP sebelum 18 Oktober 2024 dan memenuhi kriteria Pasal 3(1):

| Kewajiban                      | Mulai Berlaku                |
| ------------------------------ | ---------------------------- |
| Pemungutan PPN/PPnBM           | **Masa Pajak November 2024** |
| Pemotongan/pemungutan PPh      | **Masa Pajak Januari 2025**  |
| Hitung, setor, lapor PPh Badan | **Tahun Pajak 2025**         |

**Tindakan yang diperlukan bagi KSO existing:**

| Kondisi                                                        | Tindakan                               |
| -------------------------------------------------------------- | -------------------------------------- |
| NPWP KSO sudah ada tetapi **tidak** sesuai kriteria Pasal 3(1) | Ajukan **penghapusan NPWP**            |
| Tempat kedudukan KSO tidak sesuai *lead firm*                  | Ajukan **pemindahan tempat terdaftar** |
| Memenuhi kriteria PKP tetapi belum dikukuhkan                  | Ajukan **pengukuhan PKP**              |

## 8\. **CONTOH KASUS**

### Contoh 1: KSO dengan NPWP WP Badan

PT A (65%) dan PT B (35%) membentuk **KSO Alfa** untuk proyek konstruksi jalan tol senilai Rp100M. KSO Alfa memiliki NPWP WP Badan, PKP, dan melakukan penagihan atas nama KSO.

| Item                       | Perlakuan                                                   | Dasar Hukum                   |
| -------------------------- | ----------------------------------------------------------- | ----------------------------- |
| PPN                        | KSO Alfa pungut PPN 11% dari Rp100M, terbitkan FP           | Pasal 7 PMK 79/2024           |
| PPh Final Jasa Konstruksi  | Dipotong pemilik proyek dgn tarif **tertinggi** anggota KSO | Pasal 14 PMK 79/2024          |
| Kredit Pajak               | Dipakai oleh **KSO Alfa** di SPT Tahunan Badan              | Pasal 14 PMK 79/2024          |
| Bagian Laba ke PT A & PT B | **Bukan objek PPh** — tidak ada pemotongan                  | Pasal 11 PMK 79/2024          |
| Kontribusi PT A (material) | Penghasilan bagi PT A, tidak dipotong KSO, kena PPh di PT A | Pasal 10 ayat (5) PMK 79/2024 |
| Kerugian                   | Jika rugi, kompensasi oleh **KSO Alfa**, tidak ke PT A/B    | Pasal 12 PMK 79/2024          |

### Contoh 2: JO Tanpa NPWP WP Badan (Rezim Lama)

PT C (60%) dan PT D (40%) membentuk **JO Beta**. Masing-masing anggota menagih dan mengeluarkan biaya atas nama sendiri. Tidak ada aktivitas atas nama JO.

- JO Beta **TIDAK** wajib NPWP sebagai WP Badan
- Masing-masing anggota laporkan penghasilan di SPT Tahunan sendiri
- Jika pemotongan PPh terlanjur atas nama JO Beta → pemecahan bukti potong via SE-44/1994
- KSO Beta **tidak** wajib SPT Tahunan Badan, PPh 25, PPh 29

## 9\. **ISU & KETIDAKPASTIAN**

*Sumber: Ortax — Dr. Ruston Tambunan*

| Isu                     | Masalah                                                                                                                                                          |
| ----------------------- | ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| **Form vs Substance**   | Pasal 3(1): kata "atau" antara "perjanjian" dan "pelaksanaan" — jika perjanjian menyebut kriteria tetapi realisasi tidak, apakah tetap wajib NPWP? Tidak diatur. |
| **Nilai Kontribusi**    | Konsep "Nilai Kontribusi" sebagai DPP PPN tidak lazim — praktik KSO umumnya pakai persentase (%), bukan rupiah per jenis BKP/JKP.                                |
| **Ketentuan Peralihan** | PMK 79/2024 tidak menegaskan apakah kewajiban PPh Badan untuk tahun sebelum 2025 bersifat prospektif — berpotensi sengketa.                                      |