> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Pemungutan PPh Pasal 22 oleh Marketplace (PPMSE)
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/pemungutan-pph-pasal-22-oleh-marketplace-ppmse/
- Published: 2026-06-16T01:32:43.000Z
- Updated: 2026-06-16T01:32:43.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: UU PPh, Penghasilan atas Jenis Usaha Tertentu, #Import 2026-06-21 19:38, #Import 2026-07-12 16:37

## 1\. **DASAR HUKUM:**

### Regulasi Utama

1. ⭐ **PMK 37/2025** — Peraturan Menteri Keuangan No. 37 Tahun 2025 tentang Penunjukan Pihak Lain sebagai Pemungut PPh serta Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh atas Transaksi PMSE. Berlaku sejak 14 Juli 2025.
2. ⭐ **PER-15/PJ/2025** — Peraturan Dirjen Pajak tentang Penunjukan PPMSE sebagai Pemungut PPh Pasal 22\. Berlaku 5 Agustus 2025\. Mengatur kriteria kuantitatif PPMSE dan tata cara penunjukan.

### Regulasi Terkait PPh Final UMKM

1. **PP 55/2022** — Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh. Pasal 57-63 mengatur PPh Final UMKM 0,5% yang menjadi dasar pengenaan PPh Pasal 22 oleh marketplace.⚠️ **UPDATE**: Diubah oleh **PP 20/2026** — pengetatan kriteria WP yang berhak menggunakan PPh Final 0,5%.
2. **PP 20/2026** — Perubahan atas PP 55/2022\. Berlaku 22 April 2026\. Fasilitas PPh Final 0,5% hanya untuk WP OP, PT Perorangan, dan Koperasi.⚠️ **UPDATE**: PMK 37/2025 tetap berlaku — marketplace tetap pungut 0,5%. Hanya subjek WP yang dipersempit.

## 2\. **LATAR BELAKANG & PERUBAHAN MEKANISME**

### 2.1 Mengapa PMK 37/2025 Diterbitkan?

| Faktor                              | Data                                    |
| ----------------------------------- | --------------------------------------- |
| Transaksi e-commerce 2024           | Rp487 triliun (BI)                      |
| UMKM dengan NPWP aktif              | 1,6 juta                                |
| WP setor PPh Final UMKM 0,5% (2024) | 653 ribu                                |
| Peringkat e-commerce Indonesia      | Terbesar di Asia Tenggara (US$64M neto) |

**Tujuan:**

- Meningkatkan kepatuhan pajak sektor digital
- Kesetaraan perlakuan pedagang online vs offline
- Simplifikasi administrasi — pedagang tidak perlu setor sendiri

### 2.2 Perubahan Inti

| Aspek        | Sebelum PMK 37/2025               | Sesudah PMK 37/2025                            |
| ------------ | --------------------------------- | ---------------------------------------------- |
| Mekanisme    | **Disetor sendiri** oleh pedagang | **Dipungut** oleh marketplace (PPh Pasal 22)   |
| Tarif        | 0,5% (PPh Final)                  | **0,5% (sama — bukan pajak baru)**             |
| Penyetoran   | Oleh WP                           | Oleh marketplace                               |
| Pelaporan    | Oleh WP                           | Diambil alih marketplace                       |
| Bukti Pungut | SSP sendiri                       | **Dokumen tagihan elektronik** \= bukti pungut |
| Beban Pajak  | Sama                              | **Tidak berubah**                              |

⚠️ **PENTING**: PMK 37/2025 **bukan pajak baru**. Hanya perubahan mekanisme dari *self-assessment* menjadi *withholding* oleh marketplace *(Pasal 2 PMK 37/2025)*.

## 3\. **KRITERIA & PENUNJUKAN MARKETPLACE (PPMSE)**

### 3.1 Kriteria PPMSE sebagai Pemungut

PPMSE yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 harus memenuhi **kriteria kuantitatif** berikut *(Pasal 2 ayat (4) PER-15/PJ/2025)*:

| Kriteria                                        | Ambang Batas                                                           |
| ----------------------------------------------- | ---------------------------------------------------------------------- |
| **Nilai transaksi** dengan pembeli di Indonesia | \> Rp600.000.000 dalam 12 bulan **atau** \> Rp50.000.000 dalam 1 bulan |
| **Traffic/pengakses** di Indonesia              | \> 12.000 dalam 12 bulan **atau** \> 1.000 dalam 1 bulan               |

PPMSE harus menggunakan **rekening escrow** untuk menampung penghasilan pedagang.

### 3.2 Tata Cara Penunjukan

| Langkah            | Keterangan                                                                                          |
| ------------------ | --------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| 1\. Penetapan      | Menteri Keuangan menetapkan PPMSE sebagai pemungut                                                  |
| 2\. Pemberitahuan  | PPMSE dapat mengajukan permohonan via KPP, **Portal WP Coretax**, atau PJAP *(Pasal 5 PER-15/2025)* |
| 3\. Mulai bertugas | **Paling lama 1 bulan** sejak penunjukan *(Pasal 11 PER-15/2025)*                                   |
| 4\. Pencabutan     | DJP dapat mencabut jika PPMSE tidak lagi memenuhi kriteria *(Pasal 8 PER-15/2025)*                  |

### 3.3 Marketplace yang Ditunjuk (Ilustratif)

| Marketplace                                      | Status                                        |
| ------------------------------------------------ | --------------------------------------------- |
| **Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli** | Memenuhi kriteria — ditunjuk sebagai pemungut |
| Marketplace kecil (transaksi < Rp50jt/bln)       | Belum memenuhi ambang batas                   |

## 4\. **KRITERIA PEDAGANG YANG DIPUNGUT**

### 4.1 Kriteria Akumulatif

Pedagang dalam negeri (OP atau Badan) kena pungut jika memenuhi **dua kriteria** *(Pasal 5-6 PMK 37/2025)*:

1. Menerima penghasilan melalui **rekening bank** atau rekening keuangan sejenis
2. Bertransaksi dengan **alamat IP Indonesia** atau **nomor telepon dengan kode Indonesia**

### 4.2 Informasi yang Wajib Disampaikan ke Marketplace

| Dokumen                                      | Keterangan                                         |
| -------------------------------------------- | -------------------------------------------------- |
| **NPWP** atau **NIK + alamat korespondensi** | Wajib sebelum penghasilan diterima                 |
| **Surat pernyataan** (omzet ≤ Rp500jt)       | Khusus WP OP — jika ingin dibebaskan dari pungutan |
| **SKB** (jika ada)                           | Surat Keterangan Bebas pemotongan/pemungutan       |

### 4.3 Batas Omzet Rp500 Juta — Bebas Pungut

Pedagang OP dengan **peredaran bruto ≤ Rp500 juta** dalam tahun pajak berjalan **tetap tidak dikenai PPh** (sama dengan ketentuan PP 55/2022).

| Kondisi                                                | Tindakan Marketplace                                                                            |
| ------------------------------------------------------ | ----------------------------------------------------------------------------------------------- |
| Pedagang menyampaikan surat pernyataan omzet ≤ Rp500jt | **Tidak memungut** PPh Pasal 22                                                                 |
| Pedagang tidak menyampaikan surat pernyataan           | **Wajib memungut** 0,5%                                                                         |
| Omzet melebihi Rp500jt di tengah tahun                 | Pedagang sampaikan surat pernyataan baru → marketplace mulai memungut **awal bulan berikutnya** |

## 5\. **TARIF, DPP & MEKANISME PEMUNGUTAN**

### 5.1 Tarif

**0,5%** dari peredaran bruto (penghasilan bruto pedagang yang tercantum dalam dokumen tagihan) — **tidak termasuk PPN dan PPnBM** *(Pasal 7 PMK 37/2025)*.

### 5.2 Saat Terutang

**Pada saat pembayaran diterima oleh pihak lain** (platform/marketplace) *(Pasal 7 PMK 37/2025)*.

### 5.3 Sifat Pungutan

PPh Pasal 22 yang dipungut dapat **diperhitungkan sebagai pembayaran PPh dalam tahun berjalan** bagi pedagang (kredit pajak) *(Pasal 8 PMK 37/2025)*.

### 5.4 Bukti Pungut

**Dokumen tagihan elektronik** yang dihasilkan dari sistem elektronik marketplace **dipersamakan dengan bukti pemungutan** PPh Pasal 22 *(Pasal 7 PMK 37/2025)*.

### 5.5 Selisih Kurang/Lebih

| Kondisi                              | Tindakan                                              |
| ------------------------------------ | ----------------------------------------------------- |
| PPh Final terutang > PPh 22 dipungut | Pedagang wajib **setor sendiri** selisih kurang       |
| PPh 22 dipungut > PPh Final terutang | Pedagang ajukan **pengembalian kelebihan pembayaran** |

## 6\. **PENGECUALIAN PEMUNGUTAN**

Marketplace **tidak** memungut PPh Pasal 22 atas 7 jenis transaksi berikut *(Pasal 6 PMK 37/2025)*:

| No | Jenis Transaksi                                                                       | Keterangan             |
| -- | ------------------------------------------------------------------------------------- | ---------------------- |
| 1  | Penjualan oleh WP OP dgn omzet ≤ Rp500jt + surat pernyataan                           | Bebas PPh              |
| 2  | Jasa pengiriman/ekspedisi oleh WP OP mitra aplikasi (ojol)                            | Jasa angkutan          |
| 3  | Penjualan oleh pedagang yang memiliki **SKB**                                         | Surat Keterangan Bebas |
| 4  | Penjualan **pulsa dan kartu perdana**                                                 | Dikecualikan           |
| 5  | Penjualan **emas perhiasan, emas batangan, batu permata** oleh pabrikan/pedagang emas | Dikecualikan           |
| 6  | **Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan** atau PPJB                             | Transaksi properti     |
| 7  | (Diatur lebih lanjut)                                                                 |                        |

## 7\. **PER 15/PJ/2025 — ATURAN PELAKSANA**

### 7.1 Isi Utama

| Aspek                               | Ketentuan                                                                              |
| ----------------------------------- | -------------------------------------------------------------------------------------- |
| **Dasar hukum**                     | PMK 37/2025                                                                            |
| **Berlaku**                         | 5 Agustus 2025                                                                         |
| **Kriteria PPMSE**                  | Transaksi > Rp600jt/12 bln atau > Rp50jt/bln; Traffic > 12.000/12 bln atau > 1.000/bln |
| **Cara daftar**                     | Langsung ke KPP, via Portal WP Coretax, atau PJAP                                      |
| **Format pemberitahuan**            | Lampiran huruf B PER-15/2025                                                           |
| **Format keputusan penunjukan**     | Lampiran huruf C                                                                       |
| **Format pemberitahuan pencabutan** | Lampiran huruf D                                                                       |
| **Mulai bertugas**                  | Paling lama 1 bulan sejak penunjukan                                                   |

### 7.2 Keterkaitan dengan Coretax

⚠️ **UPDATE CORETAX**: Penunjukan PPMSE sebagai pemungut dapat dilakukan melalui **Portal WP Coretax** *(Pasal 5 PER-15/2025)*. Pelaporan dan penyetoran PPh Pasal 22 oleh marketplace dilakukan via sistem Coretax.

## 8\. **HUBUNGAN DENGAN PP 55/2022 → PP 20/2026**

### 8.1 Rantai Regulasi UMKM

PP 46/2013 (1%) → PP 23/2018 (0,5%) → PP 55/2022 (0,5%) → PP 20/2026 (0,5% — pengetatan: hanya OP, PT Perorangan, Koperasi)

PMK 37/2025 — mengubah mekanisme: disetor sendiri → dipungut marketplace

### 8.2 Dampak PP 20/2026 pada PMK 37/2025

| Aspek            | Dampak                                                                                           |
| ---------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------ |
| **Tarif**        | Tetap 0,5% — tidak berubah                                                                       |
| **Mekanisme**    | Tetap dipungut marketplace — tidak berubah                                                       |
| **Subjek**       | PP 20/2026 mempersempit siapa yg bisa pakai PPh Final 0,5% → marketplace tetap pungut 0,5%       |
| **Pengkreditan** | Pedagang yg tdk lagi memenuhi 0,5% (PT non-perorangan) → PPh 22 tetap dikreditkan di SPT Tahunan |

## 9\. **TIMELINE IMPLEMENTASI**

| Tanggal                     | Peristiwa                                          |
| --------------------------- | -------------------------------------------------- |
| **14 Juli 2025**            | PMK 37/2025 diundangkan dan berlaku (Hari Pajak)   |
| **5 Agustus 2025**          | PER-15/PJ/2025 berlaku — kriteria PPMSE ditetapkan |
| **Agustus 2025 — sekarang** | Proses penunjukan marketplace secara bertahap      |
| **2026**                    | Implementasi pemungutan dimulai                    |
| **22 April 2026**           | PP 20/2026 berlaku — pengetatan subjek UMKM        |

⚠️ **CATATAN**: Implementasi efektif pemungutan masih dalam tahap transisi. Marketplace yg sudah ditunjuk wajib mulai memungut **paling lama 1 bulan** sejak penunjukan.

## 10\. **CONTOH KASUS**

### Contoh 1: Pedagang OP — Omzet di Bawah Rp500 Juta

Toko “BajuKeren” (WP OP) menjual pakaian di Marketplace X. Omzet tahun berjalan diperkirakan Rp400 juta. Toko menyampaikan surat pernyataan ke Marketplace X.

| Aspek            | Perlakuan                       |
| ---------------- | ------------------------------- |
| Omzet            | Rp400 juta (≤ Rp500jt)          |
| Surat pernyataan | Disampaikan ke marketplace      |
| Pungutan PPh 22  | **Tidak dipungut** — dibebaskan |
| PPh Final 0,5%   | **Nihil**                       |

*(Pasal 6 PMK 37/2025)*

### Contoh 2: Pedagang OP — Omzet di Atas Rp500 Juta

Toko “ElektronikJaya” (WP OP) menjual gadget di Marketplace Y. Omzet tahunan Rp1,2 miliar.

| Aspek                 | Perhitungan                              |
| --------------------- | ---------------------------------------- |
| PPh Pasal 22 dipungut | 0,5% × Rp1.200.000.000 = **Rp6.000.000** |
| Sifat                 | **Kredit pajak**                         |
| PPh Final terutang    | 0,5% × Rp1.200.000.000 = Rp6.000.000     |
| Selisih               | **Nihil** — pajak lunas                  |

*(Pasal 7-8 PMK 37/2025)*

### Contoh 3: Pedagang Badan (PT) — Kena PP 20/2026

PT ABC (PT non-perorangan) menjual furnitur di Marketplace Z. Omzet Rp3M. Tidak bisa pakai PPh Final 0,5% karena PP 20/2026.

PPh 22 tetap dipungut 0,5% = **Rp15.000.000** → dikreditkan di SPT Tahunan Badan (bukan final).

### Contoh 4: Jasa Ojek Online

Si A mitra driver ojek online: **tidak dipungut** PPh 22 — dikecualikan *(Pasal 6 PMK 37/2025)*.

## 11\. **DAMPAK & TANTANGAN IMPLEMENTASI**

| Pemangku Kepentingan       | Dampak                                                                              |
| -------------------------- | ----------------------------------------------------------------------------------- |
| **Marketplace (PPMSE)**    | Beban operasional tambahan — sistem administrasi pemungutan via Coretax             |
| **Pedagang online**        | Tidak perlu setor sendiri — lebih simpel. Perlu surat pernyataan untuk bebas pungut |
| **UMKM kecil (≤ Rp500jt)** | **Terlindungi** — tidak kena pajak                                                  |
| **Pemerintah**             | Potensi penerimaan: jika 10% dari Rp487T kena 0,5% = **Rp243,5 miliar**             |

**Tantangan:** Kesiapan TI marketplace, sosialisasi ke pedagang, pengawasan dan panduan teknis dari DJP.

## 12\. **REFERENSI TERKAIT**

- **PPh Final UMKM** — Ketentuan umum PPh Final 0,5% (PP 55/2022 → PP 20/2026)
- **PP 20/2026** — Pengetatan kriteria PPh Final UMKM
- **PPh Pasal 22** — Pemungutan PPh Pasal 22 secara umum
- **PMK-81/2024** — Coretax & e-Bupot Unifikasi
- [KLIK DISINI — Artikel DJP: PMK 37 Simplifikasi Pedagang Online UMKM](https://www.pajak.go.id/id/artikel/pmk-37-simplifikasi-penyetoran-pajak-bagi-pedagang-online-umkm?ref=diskusipajak.com)
- [KLIK DISINI — Artikel DJP: Platform Lokapasar Pungut PPh Pasal 22](https://www.pajak.go.id/id/artikel/simak-baru-terbit-pmk-372025-pengelola-platform-lokapasar-kini-pungut-pph-pasal-22?ref=diskusipajak.com)
- [KLIK DISINI — Ortax: Kriteria Marketplace Pemungut PPh 22](https://ortax.org/apa-saja-kriteria-marketplace-menjadi-pemungut-pph-pasal-22?ref=diskusipajak.com)
- [KLIK DISINI — Pajak Startup: Pemungutan PPh 22 Marketplace](https://pajakstartup.com/2026/03/17/pemungutan-pph-pasal-22-oleh-marketplace-pmk-37-2025/?ref=diskusipajak.com)

> **UPDATE CORETAX**: Sejak **PMK-81/2024** \+ **PMK-1/2026**, pelaksanaan pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace melalui sistem **Coretax** — bukti pungut elektronik via e-Bupot Unifikasi. Penunjukan PPMSE sebagai pemungut dilakukan melalui Portal WP Coretax *(Pasal 5 PER-15/PJ/2025)*.

> **UPDATE**: **PMK 37/2025** (berlaku 14 Juli 2025) mengubah mekanisme PPh Final UMKM 0,5% dari **disetor sendiri** oleh pedagang menjadi **dipungut oleh marketplace (PPMSE)**. Tarif dan beban pajak **tidak berubah** — hanya mekanisme administrasi. Aturan pelaksana: **PER-15/PJ/2025** (berlaku 5 Agustus 2025).