> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Penggunaan Stempel Tanda Tangan
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/penggunaan-stempel-tanda-tangan/
- Published: 2026-06-08T09:22:16.000Z
- Updated: 2026-06-08T09:22:16.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: #resources, PPh Pasal 23, #Import 2026-06-21 19:38, #Import 2026-07-12 16:37

> ⚠️PER-15/PJ/2014 secara teknis **masih berlaku**, namun sejak berlakunya **Coretax (PMK-81/2024)** dan **e-Bupot Unifikasi (PER-04/PJ/2017)**, bukti potong PPh 23/26 diterbitkan secara **elektronik** dengan **Tanda Tangan Elektronik**. Penggunaan stempel fisik sudah **tidak relevan** secara praktis.

## Dasar Hukum

1. ⭐ **PMK-81 Tahun 2024** (berlaku 1 Januari 2025, diubah ke-4 dengan PMK-1/2026) — Coretax: bukti potong elektronik (e-Bupot Unifikasi) dengan **Tanda Tangan Elektronik dan Sertifikat Elektronik**
2. ⭐ **PER-04/PJ/2017** (berlaku 31 Maret 2017) — Bentuk, Isi, Tata Cara Pengisian dan Penyampaian SPT Masa PPh 23/26 serta Bentuk Bukti Potong. Dasar hukum e-Bupot PPh 23/26.
3. **PER-15/PJ/2014** (berlaku 16 Mei 2014) — Penggunaan stempel tanda tangan pada bukti pemotongan PPh atas pembayaran dividen. Mencabut KEP-388/PJ/2003 stdd KEP-117/PJ/2004.

## Ketentuan PER-15/PJ/2014 (Rezim Kertas)

### Penggunaan Stempel Tanda Tangan

Pemotong Pajak **dapat** menggunakan stempel tanda tangan untuk menandatangani Bukti Pemotongan PPh **atas pembayaran dividen** kepada para pemegang saham, dengan syarat jumlah penerbitan bukti pemotongan **minimal 6.000 (enam ribu) lembar** (Pasal 2 PER-15/PJ/2014).

Pemotong Pajak adalah WP yang menyediakan untuk membayar atau membayar dividen kepada para pemegang saham (Pasal 1 PER-15/PJ/2014).

### Tata Cara Pengajuan (Manual)

1. Pemotong Pajak **wajib mengajukan permohonan** kepada DJP c.q. Kepala KPP tempat terdaftar, dilengkapi:
  - jumlah penerima dividen;
  - penunjukkan pejabat yang berwenang menandatangani bukti potong.
2. Kepala KPP atas nama Dirjen Pajak menerbitkan **Surat Keputusan Penggunaan Stempel Tanda Tangan**.
3. SK diterbitkan **paling lambat 14 hari** sejak permohonan diterima. Jika lewat 14 hari tanpa keputusan → **permohonan dianggap diterima** dan SK wajib diterbitkan dalam 7 hari berikutnya.

### Kewajiban Pemotong Pajak yang Mendapat SK

1. Menyerahkan **Spesimen Tanda Tangan** pejabat yang diberi wewenang ke KPP.
2. Mencantumkan **nomor dan tanggal SK** pada Bukti Pemotongan PPh.
3. Melaporkan kepada KPP apabila terjadi **perubahan pejabat** penandatangan, disertai spesimen tanda tangan baru.

---

## Rezim Baru: e-Bupot Unifikasi (Coretax)

> 🖥️Sejak berlakunya **Coretax**, seluruh prosedur di atas menjadi **tidak relevan**. Bukti potong kini diterbitkan secara **elektronik** melalui **e-Bupot Unifikasi** di Portal Coretax.

### Perbedaan Rezim Kertas vs Coretax

| Aspek               | PER-15/PJ/2014 (Rezim Kertas) | Coretax + e-Bupot (Rezim Baru)                      |
| ------------------- | ----------------------------- | --------------------------------------------------- |
| Bentuk bukti potong | Kertas, fisik                 | **Elektronik (e-Bupot)**                            |
| Tanda tangan        | Stempel fisik + spesimen      | **Tanda Tangan Elektronik** (Sertifikat Elektronik) |
| Permohonan          | Tertulis ke KPP, 14 hari      | **Langsung via Portal Coretax**, real-time          |
| Syarat 6.000 lembar | Ya (minimal)                  | **Tidak relevan** — semua elektronik                |
| Spesimen            | Fisik ke KPP                  | **Tidak diperlukan**                                |
| Perubahan pejabat   | Lapor KPP + spesimen baru     | **Update di sistem**                                |
| Dasar hukum         | PER-15/PJ/2014                | **PMK-81/2024 + PER-04/PJ/2017**                    |

### Kesimpulan

1. **PER-15/PJ/2014 belum dicabut** secara formal — masih tercantum di situs DJP.
2. Namun dengan **Coretax** dan **e-Bupot Unifikasi**, penerbitan bukti potong PPh 23/26 sepenuhnya **elektronik**, menggunakan **Tanda Tangan Elektronik** yang tervalidasi sistem.
3. **Stempel fisik sudah tidak diperlukan** — prosedur PER-15/PJ/2014 hanya relevan sebagai referensi historis.
4. Untuk WP yang masih dalam transisi: gunakan **e-Bupot Unifikasi di Portal Coretax** untuk seluruh penerbitan bukti potong PPh 23/26.