> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# PPh Final atas Jasa Konstruksi — PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/pph-final-atas-jasa-konstruksi-pp-51-2008-s-t-d-d-pp-9-2022-2/
- Published: 2026-06-17T10:02:32.000Z
- Updated: 2026-06-17T10:02:32.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: PPh Final, #Import 2026-07-12 11:34, #Import 2026-07-12 16:37

## 1\. DASAR HUKUM

### Regulasi Primer

1. **PP 51/2008** — Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. **Berlaku 1 Januari 2008\. Status: Masih berlaku** (telah diubah 2 kali). Mencabut PP 140/2000\. *(PP 51/2008 — seluruh dokumen)*
2. **PP 40/2009** — Perubahan Pertama atas PP 51/2008.
3. **PP 9/2022** — Perubahan Kedua atas PP 51/2008\. **Ditetapkan dan berlaku 21 Februari 2022\. Status: Aktif.** Perubahan kunci:*(PP 9/2022 — seluruh dokumen; khusus Pasal 3, 7, 10D)*
  - Tarif berubah dari 5 menjadi **7 kategori** (penambahan pekerjaan konstruksi terintegrasi + konsultansi konstruksi menjadi klasifikasi sendiri)
  - Tarif diturunkan untuk pemilik sertifikat (menstimulus kepemilikan SBU/SKK)
  - Penghasilan lain dari **luar** usaha jasa konstruksi → tarif umum Pasal 17 UU PPh
  - Keuntungan/kerugian selisih kurs dari usaha jasa konstruksi → termasuk dalam Nilai Kontrak
  - **Pasal 10D (baru):** Evaluasi setelah 3 tahun pajak → dapat beralih ke rezim umum

**REGULATION CHAIN:** PP 140/2000 (PPh Jasa Konstruksi) → **PP 51/2008** (mencabut PP 140/2000, mulai 1 Jan 2008) → **PP 40/2009** (perubahan pertama) → **PP 9/2022** (perubahan kedua, 21 Feb 2022). PP 9/2022 adalah ketentuan terkini.

### Regulasi Pelaksana (Tata Cara)

1. **PMK-187/PMK.03/2008** — Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan, dan Penatausahaan PPh atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. **Berlaku surut 1 Jan 2008\. Status: Aktif** (telah diubah). Dasar hukum pemotongan oleh pengguna jasa, penyetoran sendiri, dan pelaporan SPT Masa. Mencabut KMK-559/KMK.04/2000\. *(PMK-187/PMK.03/2008 — seluruh dokumen)*
2. **PMK-153/PMK.03/2009** — Perubahan atas PMK-187/PMK.03/2008.

**Catatan:** PMK-187/2008 jo. PMK-153/2009 **tidak dicabut** oleh PMK-81/2024 — tata cara pemotongan/penyetoran/pelaporan di PMK ini tetap berlaku, namun sarana pembayaran dan pelaporan beralih ke sistem **Coretax** (Kode Billing, e-Bupot Unifikasi) sejak PMK-81/2024 berlaku (31 Des 2024).

### Dasar Hukum Umum

1. **UU PPh** (UU 7/1983 jo. UU 36/2008 jo. UU 7/2021 HPP) — **Pasal 4 ayat (2):** Penghasilan tertentu dapat dikenai PPh bersifat final. **Pasal 17:** Tarif umum apabila evaluasi PP 9/2022 mengarahkan kembali ke rezim umum.

## 2\. TARIF PPh FINAL — PP 9/2022

### 2.1 Tabel Tarif Lengkap

| No | Kode Objek Pajak (e-Bupot) | Jenis Jasa                        | Kualifikasi Penyedia Jasa                                | Tarif     | Dasar Hukum           |
| -- | -------------------------- | --------------------------------- | -------------------------------------------------------- | --------- | --------------------- |
| 1  | **28-409-22**              | Pekerjaan Konstruksi              | Memiliki SBU kualifikasi kecil ATAU SKK untuk OP         | **1,75%** | Pasal 3(1)a PP 9/2022 |
| 2  | **28-409-23**              | Pekerjaan Konstruksi              | Tanpa SBU atau SKK                                       | **4%**    | Pasal 3(1)b PP 9/2022 |
| 3  | **28-409-24**              | Pekerjaan Konstruksi              | Selain No 1 dan 2 (kualifikasi menengah/besar/spesialis) | **2,65%** | Pasal 3(1)c PP 9/2022 |
| 4  | **28-409-25**              | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Memiliki SBU                                             | **2,65%** | Pasal 3(1)d PP 9/2022 |
| 5  | **28-409-26**              | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Tanpa SBU                                                | **4%**    | Pasal 3(1)e PP 9/2022 |
| 6  | **28-409-27**              | Jasa Konsultansi Konstruksi       | Memiliki SBU atau SKK untuk OP                           | **3,5%**  | Pasal 3(1)f PP 9/2022 |
| 7  | **28-409-28**              | Jasa Konsultansi Konstruksi       | Tanpa SBU atau SKK                                       | **6%**    | Pasal 3(1)g PP 9/2022 |

*Catatan Pasal 3 ayat (1a): Pengenaan PPh final terhadap penyedia jasa tanpa sertifikat (No 2, 5, 7) tidak meniadakan kewajiban memiliki sertifikat sesuai peraturan perundang-undangan di bidang Jasa Konstruksi.*

### 2.2 Perbandingan Tarif Lama vs Baru

| Jenis Jasa                                      | Kualifikasi                    | Tarif Lama (PP 51/2008) | Tarif Baru (PP 9/2022) | Selisih |
| ----------------------------------------------- | ------------------------------ | ----------------------- | ---------------------- | ------- |
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi                | Kualifikasi kecil              | 2%                      | **1,75%**              | ↓ 0,25% |
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi                | Menengah/besar                 | 3%                      | **2,65%**              | ↓ 0,35% |
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi                | Tanpa kualifikasi              | 4%                      | **4%**                 | Tetap   |
| Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi               | Baru (tidak ada di rezim lama) | —                       | **2,65% / 4%**         | Baru    |
| Perencanaan/Pengawasan → Konsultansi Konstruksi | Dengan kualifikasi             | 4%                      | **3,5%**               | ↓ 0,5%  |
| Perencanaan/Pengawasan → Konsultansi Konstruksi | Tanpa kualifikasi              | 6%                      | **6%**                 | Tetap   |

### 2.3 KAP-KJS Coretax

| KAP        | KJS     | Keterangan                                      |
| ---------- | ------- | ----------------------------------------------- |
| **411128** | **409** | PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Jasa Konstruksi |

*(Sumber: DJP; Kode Objek Pajak e-Bupot)*

## 3\. KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

### 3.1 Jenis Usaha (Pasal 2 PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022)

| No | Klasifikasi                                   | Kegiatan                                                    | Contoh                   |
| -- | --------------------------------------------- | ----------------------------------------------------------- | ------------------------ |
| 1  | Jasa Konsultansi Konstruksi — Sifat Umum      | Pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, manajemen | Konsultan perencana      |
| 2  | Jasa Konsultansi Konstruksi — Sifat Spesialis | Sama, bidang spesifik (geoteknik, struktur khusus)          | Konsultan struktur, MEP  |
| 3  | Pekerjaan Konstruksi — Sifat Umum             | Pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran      | Kontraktor umum          |
| 4  | Pekerjaan Konstruksi — Sifat Spesialis        | Sama, bidang spesifik                                       | Kontraktor pondasi dalam |
| 5  | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi             | Gabungan pekerjaan konstruksi + konsultansi (EPC, D&B)      | Kontraktor EPC, turnkey  |

*(Pasal 2 ayat (2) dan (4) PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022)*

### 3.2 Sertifikat yang Diakui

| Sertifikat                                       | Penerbit                                          |
| ------------------------------------------------ | ------------------------------------------------- |
| **SBU** (Sertifikat Badan Usaha)                 | LSBU terakreditasi Kementerian PUPR, dicatat LPJK |
| **SKK** (Sertifikat Kompetensi Kerja) — untuk OP | LSP terakreditasi                                 |

*(Pasal 3 ayat (1) PP 9/2022 jo. UU JK)*

## 4\. TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN & PELAPORAN

### 4.1 Mekanisme Pemungutan

| Situasi                                                             | Mekanisme                                       | Kewajiban                           |
| ------------------------------------------------------------------- | ----------------------------------------------- | ----------------------------------- |
| Pengguna Jasa adalah **Pemotong Pajak** (Bendahara, BUMN, PMA, dll) | **Dipotong** oleh Pengguna Jasa saat pembayaran | Setor & lapor via e-Bupot Unifikasi |
| Pengguna Jasa **BUKAN** Pemotong Pajak (OP non-bendahara, dll)      | **Disetor sendiri** oleh Penyedia Jasa          | Penyedia Jasa hitung, setor, lapor  |

*(Pasal 4 PMK-187/2008)*

### 4.2 Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

**DPP = Jumlah pembayaran (tidak termasuk PPN)** yang diterima Penyedia Jasa. Termasuk **keuntungan/kerugian selisih kurs** dari kegiatan usaha jasa konstruksi. *(Pasal 5 PMK-187/2008; Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022)*

### 4.3 Batas Waktu Penyetoran

| Mekanisme                        | Batas Waktu                                   |
| -------------------------------- | --------------------------------------------- |
| Pemotongan oleh Pengguna Jasa    | Paling lambat **tanggal 10** bulan berikutnya |
| Setor sendiri oleh Penyedia Jasa | Paling lambat **tanggal 15** bulan berikutnya |

*(Pasal 4 ayat (3)-(4) PMK-187/2008 jo. PMK-153/2009)*

### 4.4 Pelaporan SPT Masa (Coretax)

- Batas waktu lapor: paling lambat **tanggal 20** bulan berikutnya
- Jenis SPT: **SPT Masa PPh Unifikasi** via Coretax
- Bukti potong wajib diberikan ke Penyedia Jasa

*(Pasal 6 PMK-187/2008; Pasal 15-18 PMK-81/2024 jo. PMK-1/2026)*

## 5\. PENGHASILAN DI LUAR USAHA JASA KONSTRUKSI

| Jenis Penghasilan                                 | Perlakuan                            | Dasar Hukum                |
| ------------------------------------------------- | ------------------------------------ | -------------------------- |
| Penghasilan dari luar usaha jasa konstruksi       | Tarif umum Pasal 17 UU PPh           | Pasal 7 ayat (2) PP 9/2022 |
| Bunga, dividen, royalti, sewa (luar usaha)        | Tidak kena PPh final jasa konstruksi | Pasal 7 ayat (2) PP 9/2022 |
| Laba/rugi selisih kurs dari usaha jasa konstruksi | Termasuk Nilai Kontrak (PPh final)   | Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022 |

## 6\. KETENTUAN PERALIHAN (Pasal II PP 9/2022)

| Kontrak Ditandatangani | Pembayaran          | Tarif yang Berlaku        |
| ---------------------- | ------------------- | ------------------------- |
| Sebelum 21 Feb 2022    | Sebelum 21 Feb 2022 | PP 51/2008 jo. PP 40/2009 |
| Sebelum 21 Feb 2022    | Sejak 21 Feb 2022   | **PP 9/2022**             |
| Sejak 21 Feb 2022      | Kapan saja          | **PP 9/2022**             |

*(Pasal II ayat (2) PP 9/2022 — Peraturan pelaksanaan lama tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan)*

## 7\. EVALUASI 3 TAHUN (Pasal 10D PP 9/2022)

| Aspek             | Detail                                                                       |
| ----------------- | ---------------------------------------------------------------------------- |
| Waktu Evaluasi    | Setelah 3 tahun pajak sejak PP 9/2022 diundangkan (21 Feb 2022 → Feb 2025)   |
| Pelaksana         | **Menteri Keuangan**                                                         |
| Kemungkinan Hasil | Dapat beralih ke tarif umum Pasal 17 UU PPh (progresif OP / 22% Badan)       |
| Status Juni 2026  | Hasil evaluasi **belum diumumkan**. Tarif final PP 9/2022 **masih berlaku**. |

*(Pasal 10D ayat (1)-(3) PP 9/2022)*

## 8\. CONTOH KASUS

### Contoh 1: Kontraktor Kualifikasi Kecil (dengan SBU)

**Fakta:** CV Karya Mandiri (SBU kualifikasi kecil) mengerjakan renovasi gedung Rp500.000.000\. Pengguna jasa: Dinas PUPR.

**Perhitungan:** PPh Final = 1,75% × Rp500.000.000 = **Rp8.750.000**. Kode e-Bupot: 28-409-22\. Bendahara potong saat bayar, setor max tgl 10 bulan berikutnya.

*(Pasal 3(1)a PP 9/2022; Pasal 4 PMK-187/2008)*

### Contoh 2: Kontraktor Besar (SBU kualifikasi besar)

**Fakta:** PT Bangun Negeri (SBU besar) mengerjakan proyek jalan tol Rp50.000.000.000\. Pengguna jasa: BUMN Karya.

**Perhitungan:** PPh Final = 2,65% × Rp50.000.000.000 = **Rp1.325.000.000**. Kode e-Bupot: 28-409-24.

*(Pasal 3(1)c PP 9/2022)*

### Contoh 3: Penyedia Jasa Tanpa SBU/SKK

**Fakta:** Tuan Adi (OP tanpa SKK) mengerjakan proyek pagar rumah Rp100.000.000\. Pengguna jasa: OP pribadi (bukan pemotong).

**Perhitungan:** PPh Final setor sendiri = 4% × Rp100.000.000 = **Rp4.000.000**. Kode e-Bupot: 28-409-23\. Setor max tgl 15 bulan berikutnya.

*(Pasal 3(1)b PP 9/2022; Pasal 4(2) PMK-187/2008)*

### Contoh 4: Kontraktor EPC (Konstruksi Terintegrasi)

**Fakta:** PT Rekayasa Industri (SBU) mengerjakan EPC pabrik Rp200.000.000.000\. Pengguna jasa: PMA.

**Perhitungan:** PPh Final = 2,65% × Rp200.000.000.000 = **Rp5.300.000.000**. Kode e-Bupot: 28-409-25.

*(Pasal 3(1)d PP 9/2022)*

### Contoh 5: Konsultan Konstruksi (dengan Sertifikat)

**Fakta:** CV Desain Indah (konsultan perencana, SBU) — kontrak Rp150.000.000 dengan Pemda.

**Perhitungan:** PPh Final = 3,5% × Rp150.000.000 = **Rp5.250.000**. Kode e-Bupot: 28-409-27.

*(Pasal 3(1)f PP 9/2022)*

### Contoh 6: Selisih Kurs Masuk DPP

**Fakta:** PT Global Construction (kontraktor besar) — kontrak USD 1.000.000\. Laba selisih kurs: Rp50.000.000.

**Perlakuan:** Laba selisih kurs Rp50.000.000 termasuk dalam Nilai Kontrak → dikenai PPh final 2,65%. BUKAN penghasilan luar usaha.

*(Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022)*

## 9\. RINGKASAN REGULASI CHAIN

PP 140/2000 (PPh Jasa Konstruksi)  
 ↓ dicabut  
PP 51/2008 (berlaku 1 Jan 2008)  
 ↓ diubah  
PP 40/2009 (perubahan pertama)  
 ↓ diubah  
**PP 9/2022** (perubahan kedua, 21 Feb 2022) — TARIF PALING AKHIR  
 ↓ amanat  
Pasal 10D: evaluasi setelah 3 tahun → potensi kembali ke rezim umum (Pasal 17 UU PPh)  
 ↓ (evaluasi belum diumumkan hasilnya per Juni 2026)  
  
Regulasi Pelaksana:  
KMK-559/KMK.04/2000 → **PMK-187/PMK.03/2008** → PMK-153/PMK.03/2009 (masih berlaku)  
 ↓ prosedur via  
**PMK-81/2024** \+ **PMK-1/2026** (Coretax) → Kode Billing, e-Bupot Unifikasi  
  
Hubungan dengan PP Lain:  
PP 55/2022 (Penyesuaian PPh) → TIDAK mengubah PP 51/2008/PP 9/2022  
PP 20/2026 (Perubahan PP 55/2022) → TIDAK mengubah mekanisme perpajakan jasa konstruksi