> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# PPh Final atas Penghasilan WP yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu PP 46 Tahun 2013 (sudah tidak berlaku sejak 1 Juli 2018)
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/pph-final-atas-penghasilan-wp-yang-memiliki-peredaran-bruto-tertentu-pp-46-tahun-2013-sudah-tidak-berlaku-sejak-1-juli-2018-2/
- Published: 2026-06-17T02:36:54.000Z
- Updated: 2026-06-17T02:36:54.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: PPh Final, #Import 2026-07-12 11:34, #Import 2026-07-12 16:37

🚫

****NOTE:** PP 46/2013 ****sudah tidak berlaku** sejak 1 Juli 2018\. Note ini bersifat ****historis** untuk referensi pemahaman rantai regulasi UMKM. Berlaku: 1 Juli 2013 – 30 Juni 2018.

## 1\. DASAR HUKUM

1. **PP 46 TAHUN 2013** (berlaku 1 Juli 2013 – 30 Juni 2018) — PPh atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh WP yang memiliki peredaran bruto tertentu. Tarif **1%** final. **Sudah tidak berlaku.**
2. **PMK-107/PMK.011/2013** (berlaku 6 Agustus 2013) — Tata cara penghitungan, penyetoran, dan pelaporan PPh atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh WP yang memiliki peredaran bruto tertentu.
3. **PER-32/PJ/2013** (berlaku 25 September 2013) — Tata cara pembebasan dari pemotongan dan/atau pemungutan PPh bagi WP yang dikenai PPh berdasarkan PP 46/2013 (Surat Keterangan Bebas/SKB).
4. **PER-37/PJ/2013** (berlaku 30 Oktober 2013) — Tata cara penyetoran PPh final WP peredaran bruto tertentu melalui ATM.

## 2\. SURAT EDARAN & SURAT TERKAIT

- **SE-32/PJ/2014** — Penegasan pelaksanaan PP 46/2013\. Point E: perlakuan badan pendidikan, saat operasi komersial, reksa dana, pelaporan nihil.
- **SE-38/PJ/2014** — Ralat SE-32/PJ/2014 (perlakuan bunga deposito bank lain untuk bank).
- **SE-42/PJ/2013** — Pelaksanaan PP 46/2013 (pemotongan/pemungutan, pelaporan).
- **S-1737/PJ.09/2013** — Fasilitas pembayaran PPh Final 1% melalui ATM (Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA).
- **S-45/PJ.02/2018** — Penegasan PPh yang dipotong/dipungut pihak lain atas penghasilan WP yang dikenai PP 46/2013.

## 3\. SUBJEK YANG DIKENAKAN PPh FINAL

WP yang dikenai PPh Final **1%** adalah WP yang memenuhi kriteria: *(Pasal 2 ayat (2) PP 46/2013)*

- **WP Orang Pribadi** atau **WP Badan** (tidak termasuk BUT)
- Menerima **penghasilan dari usaha** (tidak termasuk jasa pekerjaan bebas)
- Peredaran bruto **tidak melebihi Rp4.800.000.000,00** dalam 1 Tahun Pajak

**Jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas yang dikecualikan:** *(Pasal 2 ayat (3) PP 46/2013 jo. Penjelasan)*

- Tenaga ahli (pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, aktuaris)
- Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film/sinetron/iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/i, pemain drama, penari
- Olahragawan
- Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, moderator
- Pengarang, peneliti, penerjemah
- Agen iklan
- Pengawas/pengelola proyek, perantara
- Petugas penjaja barang dagangan
- Agen asuransi
- Distributor pemasaran berjenjang/penjualan langsung

## 4\. WP YANG TIDAK TERMASUK SUBJEK PPh FINAL

**WP OP yang dikecualikan:** *(Pasal 2 ayat (3) PP 46/2013)*

- Menggunakan sarana/prasarana yang dapat dibongkar pasang; dan
- Menggunakan tempat untuk kepentingan umum yang tidak diperuntukkan bagi tempat usaha
- **Contoh:** pedagang makanan keliling, pedagang asongan, warung tenda di trotoar *(Penjelasan Pasal 2 ayat (3) PP 46/2013)*

**WP Badan yang dikecualikan:** *(Pasal 2 ayat (4) PP 46/2013)*

- WP badan yang **belum beroperasi secara komersial** — dikenai tarif umum sampai 1 tahun sejak beroperasi komersial. *(Pasal 7 ayat (1) PMK-107/2013)*
- WP badan yang dalam 1 tahun setelah beroperasi komersial omzetnya melebihi Rp4,8 M

**Saat beroperasi secara komersial** — diatur dalam SE-32/PJ/2014 Point E angka 2 huruf a:

- Sektor jasa: saat pertama kali penjualan jasa dan/atau diterimanya pendapatan
- Sektor dagang dan industri: saat pertama kali penjualan barang dan/atau diterimanya pendapatan

## 5\. TARIF, DPP, DAN CARA PENGHITUNGAN

**Tarif:** **1% (satu persen)** dari jumlah peredaran bruto setiap bulan. *(Pasal 3 ayat (1) PP 46/2013)*

**DPP:** Jumlah peredaran bruto setiap bulan untuk setiap tempat kegiatan usaha. *(Pasal 4 ayat (1) PP 46/2013 jo. Pasal 4 ayat (2) PMK-107/2013)*

**Rumus:** `PPh terutang = 1% × peredaran bruto bulanan`

**Peredaran bruto yang tidak termasuk DPP:** *(Pasal 3 ayat (2) PMK-107/2013)*

- Penghasilan dari jasa pekerjaan bebas
- Penghasilan dari luar negeri
- Penghasilan yang telah dikenai PPh Final tersendiri
- Penghasilan yang dikecualikan sebagai objek pajak

**Jika omzet melebihi Rp4,8 M dalam Tahun Pajak berjalan:** *(Pasal 3 ayat (3) PP 46/2013)*

- Tetap dikenai tarif 1% sampai dengan akhir Tahun Pajak

**Jika omzet melebihi Rp4,8 M pada suatu Tahun Pajak:** *(Pasal 3 ayat (4) PP 46/2013)*

- Tahun Pajak berikutnya dikenai PPh berdasarkan ketentuan umum UU PPh

**Penentuan peredaran bruto untuk WP baru:**

- WP baru sebelum PMK-107/2013 berlaku → disetahunkan dari bulan terdaftar *(Pasal 3 ayat (4) PMK-107/2013)*
- WP baru sejak PMK-107/2013 → disetahunkan dari bulan pertama penghasilan *(Pasal 3 ayat (5) PMK-107/2013)*

## 6\. TATA CARA PENYETORAN DAN PELAPORAN

### A. Penyetoran

WP wajib menyetor ke kantor pos/bank yang ditunjuk, dengan SSP paling lama **tanggal 15 bulan berikutnya** setelah Masa Pajak berakhir. *(Pasal 10 ayat (1) PMK-107/2013)*

**Kode Pembayaran:**

- **KAP 411128** (PPh Final)
- **KJS 420** (PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari Usaha WP Peredaran Bruto Tertentu)

### B. Penyetoran melalui ATM

WP dapat menyetor melalui ATM Bank Persepsi (Mandiri, BRI, BNI, BCA). *(PER-37/PJ/2013 jo. S-1737/PJ.09/2013)*

### C. Pelaporan

WP wajib menyampaikan SPT Masa PPh paling lama **20 hari** setelah Masa Pajak berakhir. *(Pasal 10 ayat (2) PMK-107/2013)*

- Mulai Masa Pajak Januari 2014 — keterlambatan dikenakan denda
- WP yang telah menyetor **dianggap telah menyampaikan SPT Masa** sesuai tanggal validasi NTPN *(Pasal 10 ayat (3) PMK-107/2013)*
- Jika SSP tidak mendapat validasi NTPN → wajib SPT Masa manual *(SE-42/PJ/2013 Point F angka 4)*
- **PPh nihil** tidak wajib melaporkan SPT Masa *(SE-32/PJ/2014 Point E angka 8)*

## 7\. PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN OLEH PIHAK LAIN & SKB

Atas penghasilan WP PP 46/2013 yang wajib dipotong/dipungut PPh tidak final, dapat **dibebaskan** melalui **Surat Keterangan Bebas (SKB)**. *(Pasal 6 ayat (1) PMK-107/2013)*

**Mekanisme:**

- SKB diterbitkan melalui PER-32/PJ/2013
- Pemotong/pemungut tidak memotong jika telah menerima fotokopi SKB yang **dilegalisasi** KPP. *(S-45/PJ.02/2018 Angka 2 huruf c)*

**Jika tetap dipotong meskipun ada SKB:** dapat dimohonkan pemindahbukuan, pengembalian, atau dikreditkan di SPT Tahunan. *(S-45/PJ.02/2018 Angka 2 huruf d-g)*

## 8\. KETENTUAN KHUSUS JENIS USAHA TERTENTU

*(SE-32/PJ/2014 Point E — Penegasan)*

### Badan/Lembaga Nirlaba Pendidikan & Penelitian

- Sisa lebih ditanamkan kembali dalam sarana/prasarana pendidikan/penelitian dalam 4 tahun → bukan objek pajak
- Jika tidak memenuhi syarat → sisa lebih objek pajak (tarif umum)

### Reksa Dana

- Reksa dana = **kegiatan usaha**
- Jika memenuhi kriteria PP 46/2013 → dikenai PPh Final 1%

### Bank/BPR/Koperasi Simpan Pinjam

- Peredaran bruto = seluruh penghasilan usaha jasa perbankan (bunga, fee, komisi)
- **Termasuk** bunga deposito, tabungan di bank lain, diskonto SBI *(SE-38/PJ/2014)*
- **Tidak termasuk** pembayaran pokok kredit/pinjaman

### WP OP Pengusaha Tertentu (OPPT)

- Omzet ≤ Rp4,8 M → PPh Final 1%
- Omzet > Rp4,8 M → tarif umum, angsuran Pasal 25 = 0,75% dari peredaran bruto

### PPAT

- Dipersamakan dengan notaris (pekerjaan bebas) → tidak termasuk PP 46/2013

## 9\. KOMPENSASI RUGI

*(Pasal 8 PP 46/2013)*

- Kompensasi kerugian sampai **5 Tahun Pajak** berturut-turut
- Tahun Pajak dikenai PPh Final **tetap diperhitungkan** sebagai bagian jangka waktu
- Kerugian Tahun Pajak Final **tidak dapat dikompensasi**

## 10\. ANGSURAN PPh PASAL 25

*(Pasal 9 PMK-107/2013)*

- WP hanya menerima penghasilan final PP 46/2013 → **tidak wajib** angsuran Pasal 25
- WP juga menerima penghasilan non-final → atas penghasilan non-final wajib angsuran Pasal 25

## CONTOH KASUS

**Contoh 1 — Penentuan peredaran bruto:** Rajesh, pedagang tekstil, memiliki tempat usaha di beberapa pasar:

- Pasar A: Rp80.000.000
- Pasar B: Rp250.000.000
- Pasar C: Rp400.000.000
- **Total peredaran bruto:** Rp730.000.000 (dasar pengenaan PPh Final 1%)

**Contoh 2 — WP badan baru (belum beroperasi komersial):** PT ABC terdaftar Januari 2014, mulai beroperasi komersial Maret 2015.

- Jan 2014 – Feb 2015: belum beroperasi komersial → tarif umum UU PPh
- Mar 2015 – Feb 2016: 1 tahun pertama operasi komersial → tetap tarif umum
- Mar 2016: Jika omzet ≤ Rp4,8 M → mulai PPh Final 1%

*(Pasal 7 PMK-107/2013 jo. SE-32/PJ/2014 Point E angka 2)*