> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://www.diskusipajak.com/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Bunga Obligasi
- URL: https://www.diskusipajak.com/p/pph-final-bunga-obligasi-pp-91-2021-2/
- Published: 2026-06-18T01:52:40.000Z
- Updated: 2026-06-18T01:52:40.000Z
- Author: Tim Redaksi Diskusi Pajak
- Tags: PPh Final, #Import 2026-07-12 11:34, #Import 2026-07-12 16:37

## 1\. DASAR HUKUM

### Regulasi Primer

1. **PP 91/2021** — Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap. **Ditetapkan dan berlaku 30 Agustus 2021\. Status: Aktif.** Tarif PPh Final **10%** dari DPP untuk WPDN dan BUT. Mencabut PP 16/2009 (15%), PP 100/2013 (15%), PP 55/2019 (5%).  
  
**REGULATION CHAIN:** PP 16/2009 (15%) → PP 100/2013 (15%) → PP 55/2019 (5%, sementara) → **PP 91/2021 (10%, konsolidasi final)**. PP 91/2021 langsung mencabut PP 16/2009 beserta kedua perubahannya. *(PP 91/2021 — seluruh dokumen; khusus Pasal 2-4)*

### Regulasi Pelaksana (Tata Cara)

1. **PMK-85/PMK.03/2011** — Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi. **Status: Aktif** (telah diubah). Dasar hukum identifikasi pihak pemotong, DPP, batas waktu setor/lapor.
2. **PMK-07/PMK.011/2012** — Perubahan atas PMK-85/PMK.03/2011.

**Catatan:** PMK-85/2011 jo. PMK-07/2012 **tidak dicabut** oleh PMK-81/2024\. Hanya **Pasal 8 ayat (3)** (sanksi keterlambatan) yang dicabut. Tata cara pemotongan/penyetoran/pelaporan tetap mengacu pada PMK-85/2011, sarananya via Coretax.

### Dasar Hukum Umum

1. **UU PPh** (UU 7/1983 jo. UU 36/2008 jo. UU 7/2021 HPP) — **Pasal 4 ayat (2):** Penghasilan tertentu dapat dikenai PPh bersifat final. **Pasal 4 ayat (3) huruf h:** Pengecualian objek PPh untuk dana pensiun tertentu.

## 2\. TARIF & SUBJEK

### 2.1 Tarif PPh Final

| Subjek                                         | Tarif                       | Sifat       | Dasar Hukum               |
| ---------------------------------------------- | --------------------------- | ----------- | ------------------------- |
| WPDN (OP/Badan)                                | **10%**                     | Final       | Pasal 2(1)-(2) PP 91/2021 |
| BUT (Bentuk Usaha Tetap)                       | **10%**                     | Final       | Pasal 2(1)-(2) PP 91/2021 |
| Bank (didirikan di Indonesia & cabang bank LN) | Tarif umum Pasal 17 UU PPh  | Tidak final | Pasal 3(1)b PP 91/2021    |
| Dana Pensiun (syarat tertentu)                 | Dikecualikan dari objek PPh | —           | Pasal 3(1)a PP 91/2021    |

### 2.2 Perbandingan Tarif Historia

| Regulasi       | Masa Berlaku               | Tarif WPDN/BUT     |
| -------------- | -------------------------- | ------------------ |
| PP 16/2009     | 2009 – 2013                | 15%                |
| PP 100/2013    | 2013 – 2019                | 15%                |
| PP 55/2019     | 2019 – 2021                | **5%** (sementara) |
| **PP 91/2021** | **30 Aug 2021 – sekarang** | **10%** (permanen) |

### 2.3 KAP-KJS Coretax

| KAP        | KJS     | Keterangan                                                                     |
| ---------- | ------- | ------------------------------------------------------------------------------ |
| **411128** | **401** | PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Diskonto/Bunga Obligasi dan Surat Utang Negara |

*(KAP-KJS PER-22/PJ/2021)*

## 3\. DEFINISI & OBJEK PAJAK

### 3.1 Definisi Obligasi (Pasal 1 PP 91/2021)

Surat utang, surat utang negara (SUN), dan obligasi daerah berjangka > 12 bulan, diterbitkan pemerintah maupun non-pemerintah, termasuk sukuk (obligasi syariah).

### 3.2 Definisi Bunga Obligasi

Imbalan berupa: bunga (kupon), *ujrah/fee* (sukuk), bagi hasil, margin, penghasilan sejenis, dan/atau diskonto.

### 3.3 Diskonto

| Jenis Obligasi            | Diskonto                                                                                          |
| ------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| Dengan kupon              | Selisih lebih harga jual/nilai nominal di atas harga perolehan, **tidak termasuk** bunga berjalan |
| Tanpa bunga (zero-coupon) | Selisih lebih harga jual/nilai nominal di atas harga perolehan                                    |
| Diskonto negatif (rugi)   | Dapat diperhitungkan dengan DPP bunga berjalan saat penjualan yg sama                             |

*(Pasal 1, 2 ayat (3)-(4) PP 91/2021)*

## 4\. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP)

| Jenis Penghasilan                  | DPP                                                                 | Dasar Hukum            |
| ---------------------------------- | ------------------------------------------------------------------- | ---------------------- |
| Bunga dari obligasi kupon          | Jumlah bruto sesuai masa kepemilikan                                | Pasal 2(3)a PP 91/2021 |
| Diskonto dari obligasi kupon       | Selisih harga jual − harga perolehan, tidak termasuk bunga berjalan | Pasal 2(3)b PP 91/2021 |
| Diskonto dari obligasi tanpa bunga | Selisih harga jual/nominal − harga perolehan                        | Pasal 2(3)b PP 91/2021 |

*Kompensasi diskonto negatif (Pasal 2 ayat (4) PP 91/2021): Jika rugi saat jual, kerugian diperhitungkan dengan DPP bunga berjalan pada penjualan yang sama. Jika masih negatif, tidak dapat dikompensasi dengan penghasilan lain.*

## 5\. PIHAK PEMOTONG & TATA CARA

### 5.1 Pemotong PPh Final

| Pihak                                                               | Saat Pemotongan                                                  |
| ------------------------------------------------------------------- | ---------------------------------------------------------------- |
| Penerbit obligasi / kustodian (agen pembayaran)                     | Jatuh tempo bunga/diskonto                                       |
| Perusahaan efek, dealer, bank, dana pensiun, reksa dana (perantara) | Saat transaksi pasar sekunder                                    |
| Kustodian / subregistry                                             | Jika transaksi langsung tanpa perantara & pembeli bukan pemotong |
| Penerima penghasilan (setor sendiri)                                | Khusus obligasi pemerintah via BI-SSSS                           |

*(Pasal 4 PP 91/2021)*

### 5.2 Batas Waktu & Pelaporan

| Kewajiban                | Batas Waktu                                   |
| ------------------------ | --------------------------------------------- |
| Setor oleh pemotong      | Paling lambat **tanggal 10** bulan berikutnya |
| Setor sendiri (BI-SSSS)  | Paling lambat **tanggal 15** bulan berikutnya |
| Lapor SPT Masa Unifikasi | Paling lambat **tanggal 20** bulan berikutnya |

*(PMK-85/2011; Pasal 15-18 PMK-81/2024 jo. PMK-1/2026)*

## 6\. PENGECUALIAN

| Subjek                       | Perlakuan                                                | Syarat                                                   | Dasar Hukum                |
| ---------------------------- | -------------------------------------------------------- | -------------------------------------------------------- | -------------------------- |
| Dana Pensiun                 | **Dikecualikan** dari objek PPh                          | Disahkan Menkeu / izin OJK + memenuhi Pasal 4(3)h UU PPh | Pasal 3 huruf a PP 91/2021 |
| Bank (Indonesia + cabang LN) | **Tarif umum** Pasal 17 UU PPh (final 10% tidak berlaku) | Bank yang didirikan di Indonesia / cabang bank LN        | Pasal 3 huruf b PP 91/2021 |

## 7\. CONTOH KASUS

### Contoh 1: Bunga Kupon Obligasi Korporasi

**Fakta:** PT BBB (WPDN) memiliki 100 lbr obligasi PT AAA, nominal Rp10jt/lbr, bunga 12%/thn. Kupon tahunan Rp120.000.000.

**Perhitungan:** PPh Final = 10% × Rp120.000.000 = **Rp12.000.000**. Penghasilan bersih setelah pajak: Rp108.000.000.

*(Pasal 2 ayat (1)-(3) PP 91/2021)*

### Contoh 2: Obligasi dengan Diskonto Negatif

**Fakta:** PT BBB beli obligasi Rp9.500.000/lbr (diskonto), jual Rp9.800.000/lbr + bunga berjalan Rp500.000/lbr, 100 lbr.

**Perhitungan:** Bunga Rp50jt + diskonto negatif (Rp20jt) = DPP Rp30jt. PPh = 10% × Rp30jt = **Rp3.000.000**.

*(Pasal 2 ayat (3)-(4) PP 91/2021; Penjelasan)*

### Contoh 3: Obligasi Pemerintah — Setor Sendiri (BI-SSSS)

**Fakta:** Tuan X memiliki ORI025, kupon Rp20.000.000/thn, ditatausahakan via BI-SSSS.

**Perlakuan:** Setor sendiri PPh = 10% × Rp20jt = **Rp2.000.000**. KAP-KJS 411128-401, bayar max tgl 15.

*(Pasal 4 ayat (2) PP 91/2021)*

### Contoh 4: Obligasi Diterima Bank (Pengecualian Final)

**Fakta:** Bank XYZ menerima bunga obligasi Rp500.000.000.

**Perlakuan:** Tidak kena final 10%. Bunga digabung penghasilan usaha → tarif umum Pasal 17 (22% badan).

*(Pasal 3 huruf b PP 91/2021)*

### Contoh 5: Obligasi Diterima Dana Pensiun

**Fakta:** Dana Pensiun XYZ (disahkan Menkeu) menerima bunga obligasi Rp200.000.000.

**Perlakuan:** Dikecualikan dari objek PPh — tidak dipotong PPh.

*(Pasal 3 huruf a PP 91/2021 jo. Pasal 4(3)h UU PPh)*

### Contoh 6: Zero-Coupon Bond (Diskonto Murni)

**Fakta:** PT CCC membeli obligasi tanpa bunga nominal Rp10jt seharga Rp8jt. Diskonto Rp2jt saat jatuh tempo.

**Perhitungan:** PPh Final = 10% × Rp2.000.000 = **Rp200.000**.

*(Pasal 2 ayat (3) huruf b PP 91/2021)*

## 8\. RINGKASAN REGULASI CHAIN

PP 16/2009 (15%)  
 → PP 100/2013 (15%) — perubahan pertama  
 → PP 55/2019 (5%) — perubahan kedua, sementara  
 → **PP 91/2021 (10%)** — KONSOLIDASI FINAL (30 Aug 2021)  
  
Pelaksana:  
 PMK-85/PMK.03/2011 (tata cara)  
 → PMK-07/PMK.011/2012  
 ↓ (Pasal 8(3) dicabut)  
**PMK-81/2024** (Coretax, 31 Des 2024)  
 → **PMK-1/2026** (perubahan ke-4)  
  
PP lain:  
 PP 55/2022 & PP 20/2026 → TIDAK mengubah PP 91/2021  
  
Tarif historia:  
 2009-2013: 15% | 2013-2019: 15% | 2019-2021: 5% (sementara)  
 2021-sekarang: **10%** (permanen)