Lewati ke konten

Cara Kurangi PPh dengan Zakat & Sumbangan Keagamaan Wajib: Syarat dan Batasan Terbaru

1 min read

Dasar Hukum Utama
Zakat dan sumbangan keagamaan wajib, Pasal 9 ayat (1) huruf g UU PPh masih relevan.
Perubahan penting:

  • PP 55/2022 Bab IX (Pasal 6-7) cabut PP 18/2009. Zakat, infak, sedekah, hibah, bantuan BUKAN objek PPh. Lingkup diperluas.
  • PP 60/2010 tetap atur pengurangan dari penghasilan bruto.
  • PMK 114/2025 ganti PMK 254/2010. Batasan pengurangan baru: maksimal 5% dari penghasilan neto fiskal tahun sebelumnya. Tidak boleh sebabkan rugi fiskal. Lembaga penerima wajib NPWP.
  • PER-6/PJ/2011 atur prosedur bukti pembayaran, tetap berlaku.
  • PER-15/PJ/2020 daftar lembaga penerima. Daftar diperbarui via Keputusan Menteri Agama.

Pemberi & Penerima
Zakat oleh WP OP/Badan Islam. Sumbangan keagamaan wajib oleh WP OP/Badan non-Islam.
Penerima:

  • Badan Amil Zakat (BAZNAS, BAZ Provinsi, BAZ Kabupaten/Kota).
  • Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala nasional/provinsi/kabupaten/kota yang dibentuk/disahkan pemerintah.
  • Lembaga Keagamaan (Kristen, Katolik, Buddha, Hindu) disahkan pemerintah.

Syarat Pengurangan PPh
Pengurangan penghasilan bruto butuh syarat:

  1. Pembayaran ke lembaga resmi: BAZ, LAZ, atau Lembaga Keagamaan dibentuk/disahkan pemerintah.
  2. Batas pengurangan: Maksimal 5% dari penghasilan neto fiskal tahun pajak sebelumnya.
  3. Tidak boleh menyebabkan rugi fiskal. Jika rugi, pengurangan batasi pada bagian tidak sebabkan rugi.
  4. Lampirkan fotokopi bukti pembayaran zakat/sumbangan pada SPT Tahunan PPh.
  5. Zakat/sumbangan: Bentuk uang atau setara uang.

Bukti Pembayaran Sah
Bukti pembayaran harus sah. PER-6/PJ/2011 Pasal 2 ayat (2) atur:

  • Bisa pembayaran langsung, transfer bank, atau ATM.
  • Minimum memuat:
    • Nama lengkap & NPWP pembayar.
    • Jumlah pembayaran.
    • Tanggal pembayaran.
    • Nama lembaga penerima.
    • Tanda tangan petugas lembaga (jika langsung) atau validasi bank (jika transfer).

Tidak Dapat Dikurangkan
Zakat atau sumbangan keagamaan wajib tidak dapat dikurangkan jika:

  • Tidak dibayar ke lembaga resmi pemerintah.
  • Bukti pembayaran tidak memenuhi ketentuan.

Penerima Zakat/Sumbangan
Bagi pihak penerima, zakat, infak, sedekah, hibah, bantuan, atau sumbangan keagamaan wajib BUKAN OBJEK PAJAK. Ini sesuai PP 55/2022 Pasal 6-7.

Kesimpulan
Pahami aturan baru. Manfaatkan pengurangan PPh dengan zakat/sumbangan keagamaan wajib. Patuhi syarat administrasi. Selalu cek Keputusan Menteri Agama terbaru untuk daftar lembaga penerima yang sah. Kepatuhan pajak penting.

Share this post

Enjoyed it? Share it with your network.