Pemungutan PPh Pasal 22 oleh Marketplace (PPMSE)
1. DASAR HUKUM:
Regulasi Utama
- ⭐ PMK 37/2025 — Peraturan Menteri Keuangan No. 37 Tahun 2025 tentang Penunjukan Pihak Lain sebagai Pemungut PPh serta Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh atas Transaksi PMSE. Berlaku sejak 14 Juli 2025.
- ⭐ PER-15/PJ/2025 — Peraturan Dirjen Pajak tentang Penunjukan PPMSE sebagai Pemungut PPh Pasal 22. Berlaku 5 Agustus 2025. Mengatur kriteria kuantitatif PPMSE dan tata cara penunjukan.
Regulasi Terkait PPh Final UMKM
- PP 55/2022 — Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh. Pasal 57-63 mengatur PPh Final UMKM 0,5% yang menjadi dasar pengenaan PPh Pasal 22 oleh marketplace.⚠️ UPDATE: Diubah oleh PP 20/2026 — pengetatan kriteria WP yang berhak menggunakan PPh Final 0,5%.
- PP 20/2026 — Perubahan atas PP 55/2022. Berlaku 22 April 2026. Fasilitas PPh Final 0,5% hanya untuk WP OP, PT Perorangan, dan Koperasi.⚠️ UPDATE: PMK 37/2025 tetap berlaku — marketplace tetap pungut 0,5%. Hanya subjek WP yang dipersempit.
2. LATAR BELAKANG & PERUBAHAN MEKANISME
2.1 Mengapa PMK 37/2025 Diterbitkan?
| Faktor | Data |
|---|---|
| Transaksi e-commerce 2024 | Rp487 triliun (BI) |
| UMKM dengan NPWP aktif | 1,6 juta |
| WP setor PPh Final UMKM 0,5% (2024) | 653 ribu |
| Peringkat e-commerce Indonesia | Terbesar di Asia Tenggara (US$64M neto) |
Tujuan:
- Meningkatkan kepatuhan pajak sektor digital
- Kesetaraan perlakuan pedagang online vs offline
- Simplifikasi administrasi — pedagang tidak perlu setor sendiri
2.2 Perubahan Inti
| Aspek | Sebelum PMK 37/2025 | Sesudah PMK 37/2025 |
|---|---|---|
| Mekanisme | Disetor sendiri oleh pedagang | Dipungut oleh marketplace (PPh Pasal 22) |
| Tarif | 0,5% (PPh Final) | 0,5% (sama — bukan pajak baru) |
| Penyetoran | Oleh WP | Oleh marketplace |
| Pelaporan | Oleh WP | Diambil alih marketplace |
| Bukti Pungut | SSP sendiri | Dokumen tagihan elektronik = bukti pungut |
| Beban Pajak | Sama | Tidak berubah |
⚠️ PENTING: PMK 37/2025 bukan pajak baru. Hanya perubahan mekanisme dari self-assessment menjadi withholding oleh marketplace (Pasal 2 PMK 37/2025).
3. KRITERIA & PENUNJUKAN MARKETPLACE (PPMSE)
3.1 Kriteria PPMSE sebagai Pemungut
PPMSE yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 harus memenuhi kriteria kuantitatif berikut (Pasal 2 ayat (4) PER-15/PJ/2025):
| Kriteria | Ambang Batas |
|---|---|
| Nilai transaksi dengan pembeli di Indonesia | > Rp600.000.000 dalam 12 bulan atau > Rp50.000.000 dalam 1 bulan |
| Traffic/pengakses di Indonesia | > 12.000 dalam 12 bulan atau > 1.000 dalam 1 bulan |
PPMSE harus menggunakan rekening escrow untuk menampung penghasilan pedagang.
3.2 Tata Cara Penunjukan
| Langkah | Keterangan |
|---|---|
| 1. Penetapan | Menteri Keuangan menetapkan PPMSE sebagai pemungut |
| 2. Pemberitahuan | PPMSE dapat mengajukan permohonan via KPP, Portal WP Coretax, atau PJAP (Pasal 5 PER-15/2025) |
| 3. Mulai bertugas | Paling lama 1 bulan sejak penunjukan (Pasal 11 PER-15/2025) |
| 4. Pencabutan | DJP dapat mencabut jika PPMSE tidak lagi memenuhi kriteria (Pasal 8 PER-15/2025) |
3.3 Marketplace yang Ditunjuk (Ilustratif)
| Marketplace | Status |
|---|---|
| Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli | Memenuhi kriteria — ditunjuk sebagai pemungut |
| Marketplace kecil (transaksi < Rp50jt/bln) | Belum memenuhi ambang batas |
4. KRITERIA PEDAGANG YANG DIPUNGUT
4.1 Kriteria Akumulatif
Pedagang dalam negeri (OP atau Badan) kena pungut jika memenuhi dua kriteria (Pasal 5-6 PMK 37/2025):
- Menerima penghasilan melalui rekening bank atau rekening keuangan sejenis
- Bertransaksi dengan alamat IP Indonesia atau nomor telepon dengan kode Indonesia
4.2 Informasi yang Wajib Disampaikan ke Marketplace
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| NPWP atau NIK + alamat korespondensi | Wajib sebelum penghasilan diterima |
| Surat pernyataan (omzet ≤ Rp500jt) | Khusus WP OP — jika ingin dibebaskan dari pungutan |
| SKB (jika ada) | Surat Keterangan Bebas pemotongan/pemungutan |
4.3 Batas Omzet Rp500 Juta — Bebas Pungut
Pedagang OP dengan peredaran bruto ≤ Rp500 juta dalam tahun pajak berjalan tetap tidak dikenai PPh (sama dengan ketentuan PP 55/2022).
| Kondisi | Tindakan Marketplace |
|---|---|
| Pedagang menyampaikan surat pernyataan omzet ≤ Rp500jt | Tidak memungut PPh Pasal 22 |
| Pedagang tidak menyampaikan surat pernyataan | Wajib memungut 0,5% |
| Omzet melebihi Rp500jt di tengah tahun | Pedagang sampaikan surat pernyataan baru → marketplace mulai memungut awal bulan berikutnya |
5. TARIF, DPP & MEKANISME PEMUNGUTAN
5.1 Tarif
0,5% dari peredaran bruto (penghasilan bruto pedagang yang tercantum dalam dokumen tagihan) — tidak termasuk PPN dan PPnBM (Pasal 7 PMK 37/2025).
5.2 Saat Terutang
Pada saat pembayaran diterima oleh pihak lain (platform/marketplace) (Pasal 7 PMK 37/2025).
5.3 Sifat Pungutan
PPh Pasal 22 yang dipungut dapat diperhitungkan sebagai pembayaran PPh dalam tahun berjalan bagi pedagang (kredit pajak) (Pasal 8 PMK 37/2025).
5.4 Bukti Pungut
Dokumen tagihan elektronik yang dihasilkan dari sistem elektronik marketplace dipersamakan dengan bukti pemungutan PPh Pasal 22 (Pasal 7 PMK 37/2025).
5.5 Selisih Kurang/Lebih
| Kondisi | Tindakan |
|---|---|
| PPh Final terutang > PPh 22 dipungut | Pedagang wajib setor sendiri selisih kurang |
| PPh 22 dipungut > PPh Final terutang | Pedagang ajukan pengembalian kelebihan pembayaran |
6. PENGECUALIAN PEMUNGUTAN
Marketplace tidak memungut PPh Pasal 22 atas 7 jenis transaksi berikut (Pasal 6 PMK 37/2025):
| No | Jenis Transaksi | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Penjualan oleh WP OP dgn omzet ≤ Rp500jt + surat pernyataan | Bebas PPh |
| 2 | Jasa pengiriman/ekspedisi oleh WP OP mitra aplikasi (ojol) | Jasa angkutan |
| 3 | Penjualan oleh pedagang yang memiliki SKB | Surat Keterangan Bebas |
| 4 | Penjualan pulsa dan kartu perdana | Dikecualikan |
| 5 | Penjualan emas perhiasan, emas batangan, batu permata oleh pabrikan/pedagang emas | Dikecualikan |
| 6 | Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau PPJB | Transaksi properti |
| 7 | (Diatur lebih lanjut) |
7. PER 15/PJ/2025 — ATURAN PELAKSANA
7.1 Isi Utama
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Dasar hukum | PMK 37/2025 |
| Berlaku | 5 Agustus 2025 |
| Kriteria PPMSE | Transaksi > Rp600jt/12 bln atau > Rp50jt/bln; Traffic > 12.000/12 bln atau > 1.000/bln |
| Cara daftar | Langsung ke KPP, via Portal WP Coretax, atau PJAP |
| Format pemberitahuan | Lampiran huruf B PER-15/2025 |
| Format keputusan penunjukan | Lampiran huruf C |
| Format pemberitahuan pencabutan | Lampiran huruf D |
| Mulai bertugas | Paling lama 1 bulan sejak penunjukan |
7.2 Keterkaitan dengan Coretax
⚠️ UPDATE CORETAX: Penunjukan PPMSE sebagai pemungut dapat dilakukan melalui Portal WP Coretax (Pasal 5 PER-15/2025). Pelaporan dan penyetoran PPh Pasal 22 oleh marketplace dilakukan via sistem Coretax.
8. HUBUNGAN DENGAN PP 55/2022 → PP 20/2026
8.1 Rantai Regulasi UMKM
PP 46/2013 (1%) → PP 23/2018 (0,5%) → PP 55/2022 (0,5%) → PP 20/2026 (0,5% — pengetatan: hanya OP, PT Perorangan, Koperasi)
PMK 37/2025 — mengubah mekanisme: disetor sendiri → dipungut marketplace
8.2 Dampak PP 20/2026 pada PMK 37/2025
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Tarif | Tetap 0,5% — tidak berubah |
| Mekanisme | Tetap dipungut marketplace — tidak berubah |
| Subjek | PP 20/2026 mempersempit siapa yg bisa pakai PPh Final 0,5% → marketplace tetap pungut 0,5% |
| Pengkreditan | Pedagang yg tdk lagi memenuhi 0,5% (PT non-perorangan) → PPh 22 tetap dikreditkan di SPT Tahunan |
9. TIMELINE IMPLEMENTASI
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 14 Juli 2025 | PMK 37/2025 diundangkan dan berlaku (Hari Pajak) |
| 5 Agustus 2025 | PER-15/PJ/2025 berlaku — kriteria PPMSE ditetapkan |
| Agustus 2025 — sekarang | Proses penunjukan marketplace secara bertahap |
| 2026 | Implementasi pemungutan dimulai |
| 22 April 2026 | PP 20/2026 berlaku — pengetatan subjek UMKM |
⚠️ CATATAN: Implementasi efektif pemungutan masih dalam tahap transisi. Marketplace yg sudah ditunjuk wajib mulai memungut paling lama 1 bulan sejak penunjukan.
10. CONTOH KASUS
Contoh 1: Pedagang OP — Omzet di Bawah Rp500 Juta
Toko “BajuKeren” (WP OP) menjual pakaian di Marketplace X. Omzet tahun berjalan diperkirakan Rp400 juta. Toko menyampaikan surat pernyataan ke Marketplace X.
| Aspek | Perlakuan |
|---|---|
| Omzet | Rp400 juta (≤ Rp500jt) |
| Surat pernyataan | Disampaikan ke marketplace |
| Pungutan PPh 22 | Tidak dipungut — dibebaskan |
| PPh Final 0,5% | Nihil |
(Pasal 6 PMK 37/2025)
Contoh 2: Pedagang OP — Omzet di Atas Rp500 Juta
Toko “ElektronikJaya” (WP OP) menjual gadget di Marketplace Y. Omzet tahunan Rp1,2 miliar.
| Aspek | Perhitungan |
|---|---|
| PPh Pasal 22 dipungut | 0,5% × Rp1.200.000.000 = Rp6.000.000 |
| Sifat | Kredit pajak |
| PPh Final terutang | 0,5% × Rp1.200.000.000 = Rp6.000.000 |
| Selisih | Nihil — pajak lunas |
(Pasal 7-8 PMK 37/2025)
Contoh 3: Pedagang Badan (PT) — Kena PP 20/2026
PT ABC (PT non-perorangan) menjual furnitur di Marketplace Z. Omzet Rp3M. Tidak bisa pakai PPh Final 0,5% karena PP 20/2026.
PPh 22 tetap dipungut 0,5% = Rp15.000.000 → dikreditkan di SPT Tahunan Badan (bukan final).
Contoh 4: Jasa Ojek Online
Si A mitra driver ojek online: tidak dipungut PPh 22 — dikecualikan (Pasal 6 PMK 37/2025).
11. DAMPAK & TANTANGAN IMPLEMENTASI
| Pemangku Kepentingan | Dampak |
|---|---|
| Marketplace (PPMSE) | Beban operasional tambahan — sistem administrasi pemungutan via Coretax |
| Pedagang online | Tidak perlu setor sendiri — lebih simpel. Perlu surat pernyataan untuk bebas pungut |
| UMKM kecil (≤ Rp500jt) | Terlindungi — tidak kena pajak |
| Pemerintah | Potensi penerimaan: jika 10% dari Rp487T kena 0,5% = Rp243,5 miliar |
Tantangan: Kesiapan TI marketplace, sosialisasi ke pedagang, pengawasan dan panduan teknis dari DJP.
12. REFERENSI TERKAIT
- PPh Final UMKM — Ketentuan umum PPh Final 0,5% (PP 55/2022 → PP 20/2026)
- PP 20/2026 — Pengetatan kriteria PPh Final UMKM
- PPh Pasal 22 — Pemungutan PPh Pasal 22 secara umum
- PMK-81/2024 — Coretax & e-Bupot Unifikasi
- KLIK DISINI — Artikel DJP: PMK 37 Simplifikasi Pedagang Online UMKM
- KLIK DISINI — Artikel DJP: Platform Lokapasar Pungut PPh Pasal 22
- KLIK DISINI — Ortax: Kriteria Marketplace Pemungut PPh 22
- KLIK DISINI — Pajak Startup: Pemungutan PPh 22 Marketplace
UPDATE CORETAX: Sejak PMK-81/2024 + PMK-1/2026, pelaksanaan pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace melalui sistem Coretax — bukti pungut elektronik via e-Bupot Unifikasi. Penunjukan PPMSE sebagai pemungut dilakukan melalui Portal WP Coretax (Pasal 5 PER-15/PJ/2025).
UPDATE: PMK 37/2025 (berlaku 14 Juli 2025) mengubah mekanisme PPh Final UMKM 0,5% dari disetor sendiri oleh pedagang menjadi dipungut oleh marketplace (PPMSE). Tarif dan beban pajak tidak berubah — hanya mekanisme administrasi. Aturan pelaksana: PER-15/PJ/2025 (berlaku 5 Agustus 2025).