PPh Final atas Jasa Konstruksi — PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022
1. DASAR HUKUM
Regulasi Primer
- PP 51/2008 — Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Berlaku 1 Januari 2008. Status: Masih berlaku (telah diubah 2 kali). Mencabut PP 140/2000. (PP 51/2008 — seluruh dokumen)
- PP 40/2009 — Perubahan Pertama atas PP 51/2008.
- PP 9/2022 — Perubahan Kedua atas PP 51/2008. Ditetapkan dan berlaku 21 Februari 2022. Status: Aktif. Perubahan kunci:(PP 9/2022 — seluruh dokumen; khusus Pasal 3, 7, 10D)
- Tarif berubah dari 5 menjadi 7 kategori (penambahan pekerjaan konstruksi terintegrasi + konsultansi konstruksi menjadi klasifikasi sendiri)
- Tarif diturunkan untuk pemilik sertifikat (menstimulus kepemilikan SBU/SKK)
- Penghasilan lain dari luar usaha jasa konstruksi → tarif umum Pasal 17 UU PPh
- Keuntungan/kerugian selisih kurs dari usaha jasa konstruksi → termasuk dalam Nilai Kontrak
- Pasal 10D (baru): Evaluasi setelah 3 tahun pajak → dapat beralih ke rezim umum
REGULATION CHAIN: PP 140/2000 (PPh Jasa Konstruksi) → PP 51/2008 (mencabut PP 140/2000, mulai 1 Jan 2008) → PP 40/2009 (perubahan pertama) → PP 9/2022 (perubahan kedua, 21 Feb 2022). PP 9/2022 adalah ketentuan terkini.
Regulasi Pelaksana (Tata Cara)
- PMK-187/PMK.03/2008 — Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan, dan Penatausahaan PPh atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Berlaku surut 1 Jan 2008. Status: Aktif (telah diubah). Dasar hukum pemotongan oleh pengguna jasa, penyetoran sendiri, dan pelaporan SPT Masa. Mencabut KMK-559/KMK.04/2000. (PMK-187/PMK.03/2008 — seluruh dokumen)
- PMK-153/PMK.03/2009 — Perubahan atas PMK-187/PMK.03/2008.
Catatan: PMK-187/2008 jo. PMK-153/2009 tidak dicabut oleh PMK-81/2024 — tata cara pemotongan/penyetoran/pelaporan di PMK ini tetap berlaku, namun sarana pembayaran dan pelaporan beralih ke sistem Coretax (Kode Billing, e-Bupot Unifikasi) sejak PMK-81/2024 berlaku (31 Des 2024).
Dasar Hukum Umum
- UU PPh (UU 7/1983 jo. UU 36/2008 jo. UU 7/2021 HPP) — Pasal 4 ayat (2): Penghasilan tertentu dapat dikenai PPh bersifat final. Pasal 17: Tarif umum apabila evaluasi PP 9/2022 mengarahkan kembali ke rezim umum.
2. TARIF PPh FINAL — PP 9/2022
2.1 Tabel Tarif Lengkap
| No | Kode Objek Pajak (e-Bupot) | Jenis Jasa | Kualifikasi Penyedia Jasa | Tarif | Dasar Hukum |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 28-409-22 | Pekerjaan Konstruksi | Memiliki SBU kualifikasi kecil ATAU SKK untuk OP | 1,75% | Pasal 3(1)a PP 9/2022 |
| 2 | 28-409-23 | Pekerjaan Konstruksi | Tanpa SBU atau SKK | 4% | Pasal 3(1)b PP 9/2022 |
| 3 | 28-409-24 | Pekerjaan Konstruksi | Selain No 1 dan 2 (kualifikasi menengah/besar/spesialis) | 2,65% | Pasal 3(1)c PP 9/2022 |
| 4 | 28-409-25 | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Memiliki SBU | 2,65% | Pasal 3(1)d PP 9/2022 |
| 5 | 28-409-26 | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Tanpa SBU | 4% | Pasal 3(1)e PP 9/2022 |
| 6 | 28-409-27 | Jasa Konsultansi Konstruksi | Memiliki SBU atau SKK untuk OP | 3,5% | Pasal 3(1)f PP 9/2022 |
| 7 | 28-409-28 | Jasa Konsultansi Konstruksi | Tanpa SBU atau SKK | 6% | Pasal 3(1)g PP 9/2022 |
Catatan Pasal 3 ayat (1a): Pengenaan PPh final terhadap penyedia jasa tanpa sertifikat (No 2, 5, 7) tidak meniadakan kewajiban memiliki sertifikat sesuai peraturan perundang-undangan di bidang Jasa Konstruksi.
2.2 Perbandingan Tarif Lama vs Baru
| Jenis Jasa | Kualifikasi | Tarif Lama (PP 51/2008) | Tarif Baru (PP 9/2022) | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi | Kualifikasi kecil | 2% | 1,75% | ↓ 0,25% |
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi | Menengah/besar | 3% | 2,65% | ↓ 0,35% |
| Pelaksanaan/Pekerjaan Konstruksi | Tanpa kualifikasi | 4% | 4% | Tetap |
| Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Baru (tidak ada di rezim lama) | — | 2,65% / 4% | Baru |
| Perencanaan/Pengawasan → Konsultansi Konstruksi | Dengan kualifikasi | 4% | 3,5% | ↓ 0,5% |
| Perencanaan/Pengawasan → Konsultansi Konstruksi | Tanpa kualifikasi | 6% | 6% | Tetap |
2.3 KAP-KJS Coretax
| KAP | KJS | Keterangan |
|---|---|---|
| 411128 | 409 | PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Jasa Konstruksi |
(Sumber: DJP; Kode Objek Pajak e-Bupot)
3. KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI
3.1 Jenis Usaha (Pasal 2 PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022)
| No | Klasifikasi | Kegiatan | Contoh |
|---|---|---|---|
| 1 | Jasa Konsultansi Konstruksi — Sifat Umum | Pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, manajemen | Konsultan perencana |
| 2 | Jasa Konsultansi Konstruksi — Sifat Spesialis | Sama, bidang spesifik (geoteknik, struktur khusus) | Konsultan struktur, MEP |
| 3 | Pekerjaan Konstruksi — Sifat Umum | Pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran | Kontraktor umum |
| 4 | Pekerjaan Konstruksi — Sifat Spesialis | Sama, bidang spesifik | Kontraktor pondasi dalam |
| 5 | Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi | Gabungan pekerjaan konstruksi + konsultansi (EPC, D&B) | Kontraktor EPC, turnkey |
(Pasal 2 ayat (2) dan (4) PP 51/2008 s.t.d.d. PP 9/2022)
3.2 Sertifikat yang Diakui
| Sertifikat | Penerbit |
|---|---|
| SBU (Sertifikat Badan Usaha) | LSBU terakreditasi Kementerian PUPR, dicatat LPJK |
| SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja) — untuk OP | LSP terakreditasi |
(Pasal 3 ayat (1) PP 9/2022 jo. UU JK)
4. TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN & PELAPORAN
4.1 Mekanisme Pemungutan
| Situasi | Mekanisme | Kewajiban |
|---|---|---|
| Pengguna Jasa adalah Pemotong Pajak (Bendahara, BUMN, PMA, dll) | Dipotong oleh Pengguna Jasa saat pembayaran | Setor & lapor via e-Bupot Unifikasi |
| Pengguna Jasa BUKAN Pemotong Pajak (OP non-bendahara, dll) | Disetor sendiri oleh Penyedia Jasa | Penyedia Jasa hitung, setor, lapor |
(Pasal 4 PMK-187/2008)
4.2 Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
DPP = Jumlah pembayaran (tidak termasuk PPN) yang diterima Penyedia Jasa. Termasuk keuntungan/kerugian selisih kurs dari kegiatan usaha jasa konstruksi. (Pasal 5 PMK-187/2008; Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022)
4.3 Batas Waktu Penyetoran
| Mekanisme | Batas Waktu |
|---|---|
| Pemotongan oleh Pengguna Jasa | Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya |
| Setor sendiri oleh Penyedia Jasa | Paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya |
(Pasal 4 ayat (3)-(4) PMK-187/2008 jo. PMK-153/2009)
4.4 Pelaporan SPT Masa (Coretax)
- Batas waktu lapor: paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya
- Jenis SPT: SPT Masa PPh Unifikasi via Coretax
- Bukti potong wajib diberikan ke Penyedia Jasa
(Pasal 6 PMK-187/2008; Pasal 15-18 PMK-81/2024 jo. PMK-1/2026)
5. PENGHASILAN DI LUAR USAHA JASA KONSTRUKSI
| Jenis Penghasilan | Perlakuan | Dasar Hukum |
|---|---|---|
| Penghasilan dari luar usaha jasa konstruksi | Tarif umum Pasal 17 UU PPh | Pasal 7 ayat (2) PP 9/2022 |
| Bunga, dividen, royalti, sewa (luar usaha) | Tidak kena PPh final jasa konstruksi | Pasal 7 ayat (2) PP 9/2022 |
| Laba/rugi selisih kurs dari usaha jasa konstruksi | Termasuk Nilai Kontrak (PPh final) | Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022 |
6. KETENTUAN PERALIHAN (Pasal II PP 9/2022)
| Kontrak Ditandatangani | Pembayaran | Tarif yang Berlaku |
|---|---|---|
| Sebelum 21 Feb 2022 | Sebelum 21 Feb 2022 | PP 51/2008 jo. PP 40/2009 |
| Sebelum 21 Feb 2022 | Sejak 21 Feb 2022 | PP 9/2022 |
| Sejak 21 Feb 2022 | Kapan saja | PP 9/2022 |
(Pasal II ayat (2) PP 9/2022 — Peraturan pelaksanaan lama tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan)
7. EVALUASI 3 TAHUN (Pasal 10D PP 9/2022)
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu Evaluasi | Setelah 3 tahun pajak sejak PP 9/2022 diundangkan (21 Feb 2022 → Feb 2025) |
| Pelaksana | Menteri Keuangan |
| Kemungkinan Hasil | Dapat beralih ke tarif umum Pasal 17 UU PPh (progresif OP / 22% Badan) |
| Status Juni 2026 | Hasil evaluasi belum diumumkan. Tarif final PP 9/2022 masih berlaku. |
(Pasal 10D ayat (1)-(3) PP 9/2022)
8. CONTOH KASUS
Contoh 1: Kontraktor Kualifikasi Kecil (dengan SBU)
Fakta: CV Karya Mandiri (SBU kualifikasi kecil) mengerjakan renovasi gedung Rp500.000.000. Pengguna jasa: Dinas PUPR.
Perhitungan: PPh Final = 1,75% × Rp500.000.000 = Rp8.750.000. Kode e-Bupot: 28-409-22. Bendahara potong saat bayar, setor max tgl 10 bulan berikutnya.
(Pasal 3(1)a PP 9/2022; Pasal 4 PMK-187/2008)
Contoh 2: Kontraktor Besar (SBU kualifikasi besar)
Fakta: PT Bangun Negeri (SBU besar) mengerjakan proyek jalan tol Rp50.000.000.000. Pengguna jasa: BUMN Karya.
Perhitungan: PPh Final = 2,65% × Rp50.000.000.000 = Rp1.325.000.000. Kode e-Bupot: 28-409-24.
(Pasal 3(1)c PP 9/2022)
Contoh 3: Penyedia Jasa Tanpa SBU/SKK
Fakta: Tuan Adi (OP tanpa SKK) mengerjakan proyek pagar rumah Rp100.000.000. Pengguna jasa: OP pribadi (bukan pemotong).
Perhitungan: PPh Final setor sendiri = 4% × Rp100.000.000 = Rp4.000.000. Kode e-Bupot: 28-409-23. Setor max tgl 15 bulan berikutnya.
(Pasal 3(1)b PP 9/2022; Pasal 4(2) PMK-187/2008)
Contoh 4: Kontraktor EPC (Konstruksi Terintegrasi)
Fakta: PT Rekayasa Industri (SBU) mengerjakan EPC pabrik Rp200.000.000.000. Pengguna jasa: PMA.
Perhitungan: PPh Final = 2,65% × Rp200.000.000.000 = Rp5.300.000.000. Kode e-Bupot: 28-409-25.
(Pasal 3(1)d PP 9/2022)
Contoh 5: Konsultan Konstruksi (dengan Sertifikat)
Fakta: CV Desain Indah (konsultan perencana, SBU) — kontrak Rp150.000.000 dengan Pemda.
Perhitungan: PPh Final = 3,5% × Rp150.000.000 = Rp5.250.000. Kode e-Bupot: 28-409-27.
(Pasal 3(1)f PP 9/2022)
Contoh 6: Selisih Kurs Masuk DPP
Fakta: PT Global Construction (kontraktor besar) — kontrak USD 1.000.000. Laba selisih kurs: Rp50.000.000.
Perlakuan: Laba selisih kurs Rp50.000.000 termasuk dalam Nilai Kontrak → dikenai PPh final 2,65%. BUKAN penghasilan luar usaha.
(Pasal 7 ayat (3) PP 9/2022)
9. RINGKASAN REGULASI CHAIN
PP 140/2000 (PPh Jasa Konstruksi)
↓ dicabut
PP 51/2008 (berlaku 1 Jan 2008)
↓ diubah
PP 40/2009 (perubahan pertama)
↓ diubah
PP 9/2022 (perubahan kedua, 21 Feb 2022) — TARIF PALING AKHIR
↓ amanat
Pasal 10D: evaluasi setelah 3 tahun → potensi kembali ke rezim umum (Pasal 17 UU PPh)
↓ (evaluasi belum diumumkan hasilnya per Juni 2026)
Regulasi Pelaksana:
KMK-559/KMK.04/2000 → PMK-187/PMK.03/2008 → PMK-153/PMK.03/2009 (masih berlaku)
↓ prosedur via
PMK-81/2024 + PMK-1/2026 (Coretax) → Kode Billing, e-Bupot Unifikasi
Hubungan dengan PP Lain:
PP 55/2022 (Penyesuaian PPh) → TIDAK mengubah PP 51/2008/PP 9/2022
PP 20/2026 (Perubahan PP 55/2022) → TIDAK mengubah mekanisme perpajakan jasa konstruksi