# UU PPh

Jamsostek (JKK, JHT, JKM, JPK & JHT) dan Premi asuransi lainnya

I. DASAR HUKUM

A. [UU PPh (UU 36/2008 stdd UU 7/2021 dan UU 6/2023)] - Pasal 6 ayat (1) huruf a — premi asuransi dibayar pemberi kerja = biaya perusahaan (penambah penghasilan bruto pegawai) - Pasal 6 ayat (1) huruf c — iuran JHT dibayar pemberi kerja = biaya perusahaan; iuran JHT dibayar pegawai = pengurang penghasilan bruto - Pasal 9 ayat (1) huruf d — premi asuransi dibayar sendiri pegawai = bukan biaya (tidak boleh jadi pengurang)

B. PP 14/1993 stdd PP 76/2007 (berlaku sejak 10 Des 2007) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja — mengatur besaran iuran JKK, JHT, JKM, JPK

C. [PER-16/PJ/2016] (berlaku 1 Juli 2016, masih berlaku) tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 — khususnya Lampiran tentang perlakuan premi asuransi dan iuran Jamsostek

D. [PMK 168/PMK.03/2023] (berlaku 12 Februari 2024) tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan OP — menggantikan PMK-252/PMK.03/2008

E. [PMK-252/PMK.03/2008] (berlaku 1 Januari 2009 s.d. 11 Feb 2024, dicabut oleh PMK 168/2023) — berlaku untuk tahun pajak 2009 s.d. 2023

F. [PP 58/2023] (berlaku 1 Januari 2024) tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 — memperkenalkan TER; menggantikan PP 80/2010

G. [PP 80/2010] (berlaku 2010 s.d. 31 Des 2023, dicabut oleh PP 58/2023) tentang Tarif Pemotongan PPh 21 atas Penghasilan PNS/TNI/POLRI/Pejabat Negara — berlaku untuk tahun pajak 2010 s.d. 2023

H. Ketentuan yang telah dicabut/diganti (riwayat): - PER-31/PJ/2009 stdd PER-57/PJ/2009 — (berlaku 2009-2012, dicabut) - PER-31/PJ/2012 — (dicabut oleh PER-32/PJ/2015 kemudian PER-16/PJ/2016) - PER-32/PJ/2015 — (dicabut oleh PER-16/PJ/2016)


II. REGULASI CHAIN DAN TIMELINE

2.1 Chain — Definisi Perlakuan Jamsostek/Premi (Substansi Tidak Berubah)

Tahun PajakPeraturanKeterangan
2009-2012PER-31/PJ/2009Perlakuan Jamsostek: premi pemberi kerja = penambah bruto, JHT pegawai = pengurang bruto
2013-2015PER-31/PJ/2012Substansi sama
2015-2016PER-32/PJ/2015Substansi sama
1 Jul 2016-sekarangPER-16/PJ/2016Substansi sama — TIDAK BERUBAH. PP 58/2023, PMK 168/2023, dan PMK 66/2023 tidak mengubah substansi ini.

2.2 Chain — Tarif Pemotongan PPh 21

Tahun PajakPeraturanKeterangan
2010-2023PP 80/2010Tarif khusus PNS/TNI/POLRI/Pejabat Negara. Mencabut PP 80/2010.
1 Jan 2024-sekarangPP 58/2023TER untuk semua pegawai. Mencabut PP 80/2010.
12 Feb 2024-sekarangPMK 168/2023Aturan pelaksana PP 58/2023. Mencabut PMK-252/2008.

2.3 Chain — Petunjuk Pelaksanaan PPh 21

Tahun PajakPeraturanKeterangan
1 Jan 2009-11 Feb 2024PMK-252/PMK.03/2008Petunjuk Pemotongan PPh atas Penghasilan Pegawai
12 Feb 2024-sekarangPMK 168/PMK.03/2023TER, DPP bukan pegawai. Menggantikan PMK-252/2008.

2.4 Timeline — Penerapan per Tahun Pajak

Tahun PajakPerlakuan Jamsostek/PremiTarif PemotonganPetunjuk Pelaksanaan
2009-2015Premi pemberi kerja = penambah bruto. JHT pegawai = pengurang bruto. (PER-31/2009 sd PER-32/2015)PP 80/2010 (PNS) + Pasal 17PMK-252/2008
2016-2021Sama (PER-16/PJ/2016) — tidak berubahPP 80/2010 (PNS) + Pasal 17PMK-252/2008
2022-2023Sama (PER-16/PJ/2016)PP 80/2010 (PNS) + Pasal 17PMK-252/2008 (s.d. 11 Feb 2024)
2024-sekarangSama (PER-16/PJ/2016)PP 58/2023 (TER)PMK 168/2023

III. PROGRAM JAMSOSTEK

Besarnya iuran jaminan sosial tenaga kerja sebagai berikut:

3.1 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana Lampiran I PP 14/1993 stdd PP 76/2007. (Pasal 9 ayat (1) huruf a PP 14/1993)

No.Kelompok% dari upah sebulan
1.I0,24%
2.II0,54%
3.III0,89%
4.IV1,27%
5.V1,74%

3.2 Jaminan Hari Tua (JHT)

Total iuran JHT = 5,70% dari upah sebulan. (Pasal 9 ayat (1) huruf b PP 14/1993 stdd PP 76/2007)

  • Dibayar Perusahaan: 3,7% x upah sebulan
  • Dibayar Karyawan: 2% x upah sebulan

3.3 Jaminan Kematian (JKM)

0,3% x upah sebulan. (Pasal 9 ayat (1) huruf c PP 14/1993 stdd PP 76/2007)

3.4 Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)

(Pasal 9 ayat (1) huruf d PP 14/1993 stdd PP 76/2007)

  • Karyawan sudah berkeluarga: 6% x upah sebulan
  • Karyawan belum berkeluarga: 3% x upah sebulan

IV. PERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS JAMSOSTEK ATAU PREMI ASURANSI LAINNYA

No.JenisPerlakuan bagi Pemberi KerjaPerlakuan bagi Karyawan
1.Premi JKK, JK, JPK (Jamsostek) dibayar pemberi kerjabiaya bagi perusahaan (Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh)Penambah penghasilan bruto (Lampiran PER-16/PJ/2016; PMK-252/2008 atau PMK 168/2023)
2.Premi asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, jiwa, dwiguna, bea siswa dibayar pemberi kerjabiaya bagi perusahaan (Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh)Penambah penghasilan bruto (Lampiran PER-16/PJ/2016)
3.Premi JKK, JK, JPK (Jamsostek) dibayar karyawan-bukan biaya bagi OP — tidak boleh menjadi pengurang PPh 21 (Pasal 9 ayat (1) huruf d UU PPh)
4.Premi asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, jiwa, dwiguna, bea siswa dibayar karyawan-bukan biaya bagi OP — tidak boleh menjadi pengurang PPh 21 (Pasal 9 ayat (1) huruf d UU PPh)
5.JHT dibayar pemberi kerjabiaya bagi perusahaan (Pasal 6 ayat (1) huruf c UU PPh)Tidak menambah penghasilan bruto (Pasal 8 ayat (1) huruf c PER-16/PJ/2016)
6.JHT dibayar karyawan-Pengurang penghasilan bruto (Pasal 6 ayat (1) huruf c UU PPh; Lampiran PER-16/PJ/2016)
Catatan: Perlakuan perpajakan di atas tidak berubah oleh PP 58/2023, PMK 168/2023, atau PMK 66/2023. Substansi penambah/pengurang penghasilan bruto tetap sama — yang berubah hanya metode penghitungan (TER vs manual) dan tarif Pasal 17 (4 lapis vs 5 lapis).

V. TABEL PERBANDINGAN REGULASI

AspekRezim LamaRezim Baru (berlaku)Efektif
Perlakuan Jamsostek/premiPenambah/pengurang bruto (PER-31/2009 sd PER-16/2016)Sama — tidak berubah-
Tarif PPh 21 pemotonganPP 80/2010 (PNS) + Manual Pasal 17PP 58/2023 (TER semua pegawai)1 Jan 2024
Petunjuk pelaksanaanPMK-252/PMK.03/2008PMK 168/PMK.03/202312 Feb 2024
Tarif Pasal 174 lapis (s.d. Rp500jt 30%)5 lapis (s.d. Rp5M 30%, >Rp5M 35%)1 Jan 2022

Share this post

Enjoyed it? Share it with your network.